Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta pada Rabu (17/6). Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat mendorong penyelesaian perundingan perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC yang ditargetkan rampung akhir 2026.
“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” ungkap Menko Airlangga saat menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin, di Jakarta, Rabu (17/06).
Ini merupakan pertemuan kedua setelah keduanya pertama kali bertemu pada penyerahan Letter of Credence Dubes Khalid kepada Presiden Prabowo pada November 2025. Pada pertemuan tersebut, Menko Airlangga dan Duta Besar Khalid mendiskusikan penguatan kerja sama perdagangan, investasi, dan energi.
Hubungan ekonomi Indonesia dan Kuwait, menurut dia, menunjukkan tren yang positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara meningkat sebesar 10,69% menjadi US$606 juta, dari US$547,5 juta pada tahun 2024.
Sementara itu, investasi Kuwait di Indonesia naik dari US$290 ribu di tahun 2024 menjadi US$1,2 juta pada tahun 2025 yang didominasi oleh sektor migas.
Pada sektor energi, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) telah terlibat dalam 8 kegiatan eksplorasi migas di Indonesia, antara lain di Pulau Buton, Laut Natuna, dan Kalimantan Timur. Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga telah melaksanakan eksplorasi migas di wilayah Anambas.
Kerja sama sektor energi Indonesia dan Kuwait telah terjalin dengan baik melalui MoU Kerja Sama Migas dan Petrokimia yang telah disepakati pada tahun 2019.
Selain kerja sama di bidang energi, Indonesia dan Kuwait juga telah menyepakati sejumlah Nota Kesepahaman, antara lain MoU Pembentukan Komisi Bersama, MoU Kerja Sama Ekonomi dan Teknik tahun 2007, dan MoU Kerja Sama Perdagangan tahun 2007.
“Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi”, ujar Duta Besar Khalid.
Airlangga dan Dubes Khalid juga akan berkomitmen untuk mengawal implementasi MoU tersebut agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi ketahanan energi dan hubungan bilateral kedua negara.


