Hendropriyono Minta Publik Waspada Adu Domba Sesama Anak Bangsa

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono mengatakan seluruh elemen bangsa untuk waspada terhadap adanya adu domba dari pihak tertentu.

Dia menyoroti situasi yang berkembang akhir-akhir ini. Kata dia, upaya adu domba itu dilakukan melalui penyebaran informasi yang tidak benar, hoaks dan provokasi.

Baca Juga :
Hendropriyono: Saya Tak Pernah Perintahkan Siapapun untuk Menggulingkan Pemerintah!
Meski Punya Keluhan, Purbaya Pastikan Kepercayaan Pemerintah China ke RI Tetap Terjaga

"Kita semua perlu waspada terhadap berbagai informasi yang tidak benar, apalagi fitnah, hoaks, dan provokasi yang sengaja disebarkan untuk mengadu domba sesama anak bangsa," ucap Hendropriyono dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.

Hendropriyono menuturkan, sejarah telah menunjukkan bahwa perpecahan sering kali diawali oleh informasi yang menyesatkan dan kecurigaan yang sengaja ditanamkan di tengah masyarakat.

Menurut dia, perbedaan pendapat dalam negara demokrasi harus terjadi dalam mekanisme yang sah, damai, dan konstitusional.

Lebih lanjut dia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap setiap upaya yang mendorong kebencian, permusuhan atau tindakan inkonstitusional yang mengancam pemerintahan yang sah.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, dia menilai sangat penting untuk selalu mengedepankan akal sehat, tabayun, dan penghormatan terhadap hukum.

"Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumber dan tujuannya," tuturnya.

Hendropriyono menekankan persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat.

Dia menjelaskan bahwa demokrasi hanya dapat berkembang dengan baik apabila perbedaan disalurkan melalui cara-cara yang damai, beradab, dari konstitusional.

Menurut dia, semua upaya inkonstitusional yang mengancam persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah, dinilainya, tidak boleh mendapatkan empat dalam kehidupan bernegara.

Lebih lanjut, Hendropriyono juga merespons beredarnya tuduhan yang mengaitkan dirinya berada di balik gerakan yang mengkritik keras pemerintah. Dia menepis tuduhan tersebut.

"Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah," katanya.

Penyampaian pendapat di muka umum dalam negara demokrasi, menurut dia, harus tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusional. Segala tuduhan yang mengaitkan dirinya atau orang-orang di sekitarnya beragenda menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang sah, ditegaskannya sebagai hoaks dan fitnah.

Baca Juga :
Pemerintah Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Kasus Mafia Tanah
870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat Disiapkan, Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Hadapi Dinamika Global, Pemerintah Dorong Penguatan Fiskal dan Transformasi Ekonomi Nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Jumat 19 Juni 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
76 Sekolah di Pulau Jawa Tak Dapat MBG Lagi, Ada Apa?
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Ketua Parlemen Iran Ancam Respons Keras Jika AS Langgar Kesepakatan
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Siap-Siap Cum Dividen Saham Antam (ANTM) Hari Ini Jumat (19/6)
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
POJK New RBC Asuransi Disiapkan, Apa Saja yang Berubah?
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.