Efisiensi Operasional BRI Finance Menguat di Tengah Tingginya Cost of Fund

mediaapakabar.com
5 jam lalu
Cover Berita

Mediaapakabar.com -
PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan yang masih dibayangi tingginya biaya dana serta kompetisi pasar yang semakin ketat. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 511 basis poin (bps) secara year-on-year (YoY).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Perbaikan rasio BOPO ini menunjukkan bahwa langkah-langkah efisiensi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil positif. Kami terus mendorong optimalisasi proses bisnis, pengendalian biaya operasional secara disiplin, serta peningkatan kualitas pendapatan untuk menjaga kinerja perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan.”

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama BRI Finance dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses layanan pembiayaan kepada nasabah. Di tengah dinamika industri multifinance yang terus berkembang, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan investasi strategis jangka panjang.

BRI Finance menilai tantangan industri pada tahun 2026 masih cukup kompleks, terutama dipengaruhi oleh tingginya cost of fund, kebutuhan investasi teknologi untuk mendukung transformasi digital, serta persaingan yang semakin agresif di sektor pembiayaan.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis dengan terus memperkuat berbagai program efisiensi berbasis digitalisasi, penyederhanaan proses kerja, serta penguatan manajemen biaya yang adaptif terhadap kondisi pasar.

Secara industri, tren efisiensi juga mulai terlihat pada sektor multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio BOPO industri pembiayaan per April 2026 tercatat sebesar 79,21%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 80,25%.

“Kami meyakini bahwa penguatan efisiensi operasional menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga daya saing perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang,” tutup Dhani.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Babak Baru Skandal MBG! Sony Sonjaya Bongkar Soal CCTV Fiktif Rp300 Miliar
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Muktamar ke-35 NU Diharap Mengukuhkan Soliditas
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Konsol Naik, Gamer Mulai Beralih ke Platform Ini
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Pelatih Swiss puji dampak pemain pengganti saat gilas Bosnia 4-1
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Gabung Persebaya, Ramadhan Sananta Digadang Gacor Lagi di Tangan Bernardo Tavares
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.