Harga Obat Mahal, Warga Semarang Pilih Minuman Herbal untuk Jaga Kesehatan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Di tengah potensi kenaikan harga obat, warga Semarang beralih ke minuman herbal rempah seperti jahe dan kunyit untuk menjaga daya tahan tubuh dengan harga terjangkau.

Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga obat-obatan kimia tidak lantas menyurutkan semangat warga untuk tetap menjaga kesehatan. Di Semarang, Jawa Tengah, minuman herbal berbahan rempah-rempah kini menjadi pilihan utama warga sebagai alternatif pengobatan dan menjaga daya tahan tubuh.

Salah satu titik yang ramai dikunjungi warga adalah kedai Jahe Rempah Mbah Warno. Di tempat ini, pengunjung datang silih berganti untuk menikmati khasiat racikan tradisional di tengah gempuran pilihan obat modern.

Suryoko, pengelola Jahe Rempah Mbah Warno, mengungkapkan bahwa meskipun pilihan obat medis saat ini sangat beragam, peminat minuman herbal tidak pernah surut. Menurutnya, jahe menjadi primadona bagi pelanggan karena dipercaya ampuh meredakan berbagai keluhan kesehatan seperti masuk angin, pegal-pegal, flu, batuk, hingga masalah tenggorokan.
  Baca juga: Rupiah Melemah, Menkes Pastikan Kenaikan Harga Obat Masih dalam Batas Wajar
Selain jahe, kedai ini juga menyediakan berbagai varian rempah lainnya yang memiliki khasiat beragam, seperti:

  • Kunyit
  • Temu lawak
  • Kencur
  • Temu mangga.
Dari sisi ekonomi, minuman herbal ini jauh lebih terjangkau dibandingkan obat-obatan di apotek. Satu gelas jahe rempah dibanderol mulai dari harga Rp8.000, sebuah harga yang sangat kompetitif bagi masyarakat luas.

Namun, Suryoko memberikan catatan bahwa cara kerja herbal berbeda dengan obat kimia yang memberikan efek instan. Ia menjelaskan bahwa khasiat minuman rempah dirasakan secara bertahap oleh tubuh.

"Khasiatnya tidak secepat (obat) kimia. Karena ini herbal, jadi prosesnya bertahap, tidak langsung terasa seperti kalau kita minum obat kimia," ujar Suryoko yang dikutip Selamat Pagi Indonesia pada Jumat, 19 Juni 2026.

Tren beralihnya warga ke minuman tradisional ini menunjukkan bahwa herbal tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, terutama sebagai solusi preventif dan kuratif yang alami di tengah dinamika harga pengobatan medis saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Capai Level Tertinggi, Didukung Kebijakan Fed yang Agresif
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Merdeka Copper (MDKA) Siapkan Tiga Direktur Baru, Ini Profilnya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Piala Dunia 2026: Hancurkan Bosnia 4-1, Pelatih Swiss Girang dan Puji Kedalaman Skuad Rossocrociati
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Didit Temui Jokowi di Solo, Istana Tegaskan Tak Ada Pesan Khusus dari Prabowo
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
AHY Tekankan ASN Harus Adaptif dan Pahami Dinamika Sosial Politik Sejak Masa Pendidikan
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.