Merdeka Copper (MDKA) Siapkan Tiga Direktur Baru, Ini Profilnya

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

MDKA mengusulkan perubahan susunan direksi Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Merdeka Copper (MDKA) Siapkan Tiga Direktur Baru, Ini Profilnya (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengusulkan perubahan susunan direksi Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/6/2026).

Dalam agenda tersebut, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas pengangkatan Mirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, dan M.P. Riyadi Effendy sebagai anggota direksi perseroan.

Baca Juga:
55 Persen Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

Kehadiran para kandidat direksi baru diharapkan dapat memperkuat struktur kepemimpinan Merdeka dengan kapabilitas yang relevan di bidang operasional, manajemen proyek, keuangan, dan pengembangan bisnis.

Dikutip dari keterangan tertulis Jumat (19/6/2026), perubahan susunan direksi tersebut juga mencakup persetujuan atas pengajuan pengunduran diri Jason Laurence, David Thomas Fowler, dan Chrisanthus Supriyo dari jabatannya masing-masing sebagai direktur perseroan. 

Baca Juga:
Indonesia Tetap Berstatus Emerging Market, Jadi Sinyal Pasar Modal RI Membaik

Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama menjabat sebagai anggota direksi Merdeka.

Presiden Direktur Perseroan Albert Saputro mengatakan penyegaran jajaran direksi sudah direncanakan sejak lama merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis ke depan.

Baca Juga:
Saham SpaceX Jatuh Karena Euforia Pasca-IPO Mulai Mereda

“Merdeka terus berkembang dengan portofolio aset yang semakin luas dan kegiatan operasional yang semakin terintegrasi. Kami percaya pengalaman dan kompetensi para kandidat direksi yang diusulkan akan semakin memperkuat kemampuan Perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Albert dikutip Jumat.

Adapun saat ini, Mirdal Vismara Timoer menjabat sebagai Deputy Group CFO Merdeka Grup sejak 2025. Ia memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di bidang keuangan, akuntansi, perencanaan strategis, pembiayaan, dan hubungan investor di sektor pertambangan, energi, minyak dan gas, serta telekomunikasi. 

Baca Juga:
Periode Negosiasi 60 Hari Antara AS dan Iran Dimulai Hari Ini

Bergabung dengan Merdeka sejak 2018, Mirdal sebelumnya memegang sejumlah posisi strategis, termasuk Head of Corporate Finance, FP&A dan Investor Relations. Ia meraih gelar Bachelor of Commerce di bidang Accounting and Finance dari Deakin University serta Master of Applied Finance dari Monash University, Australia.

Sementara Mohammad Fitriyansyah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang engineering, manajemen konstruksi, dan pelaksanaan proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) . Lulusan Teknik Sipil Universitas Indonesia ini memiliki pengalaman lintas sektor, termasuk minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, infrastruktur pertambangan, serta agribisnis. Sepanjang kariernya, ia pernah memegang berbagai posisi kepemimpinan di PT Rekayasa Industri, PT Balfour Beatty Sakti Indonesia, PT JGC Indonesia, PT Petrosea Tbk, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.

Baca Juga:
Intip Daftar 14 Poin Perjanjian Kesepakatan Damai AS-Iran

M.P. Riyadi Effendy (Teddy Effendy) memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di bidang keuangan, tata kelola perusahaan, transformasi bisnis, dan manajemen strategis. Saat ini ia menjabat sebagai Chief of Business Improvement Merdeka Group serta direktur pada sejumlah entitas anak usaha Perseroan. 

Sebelum bergabung dengan Merdeka pada 2022, ia memegang berbagai posisi kepemimpinan di Arthur Andersen & Co., Grup Astra, Grup Lippo, Kia Mobil Indonesia Group, dan PT Hyundai Oto Komersial Indonesia.

Perubahan susunan direksi tersebut akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPST, dengan masa jabatan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak terdapat usulan perubahan pada susunan dewan komisaris perseroan.

Perseroan akan terus memperkuat tata kelola, menjaga kesinambungan operasional, dan mengembangkan portofolio aset pertambangan sesuai rencana bisnis Perseroan. Langkah ini diarahkan untuk mendukung kinerja jangka panjang serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku

kepentingan.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapenda Sulsel Bantah Isu Kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tren Karhutla Saat El Nino Disebut Menurun, Menhut: Tetap Waspada
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Riuh Pendukung, Mobil Tahanan Roy Suryo Sempat Tinggalkan Dokter Tifa saat ke RS Polri
• 20 menit laluokezone.com
thumb
Legislator Desak Pelacakan Aset Hanania Travel Maksimal untuk Pulihkan Kerugian Korban
• 8 jam lalupantau.com
thumb
OJK Minta Direksi Baru BEI Perkuat Integritas dan Tata Kelola Pasar Modal
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.