Badan Geologi: Struktur Geologi yang Rumit Perparah Dampak Gempa Sulteng

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan karakteristik struktur geologi yang rumit serta kondisi litologi tanah yang lunak menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak kerusakan akibat gempa tektonik di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam konferensi pers analisis gempa bumi Sulawesi Tengah yang diikuti dari Jakarta, Jumat, mengatakan kompleksitas geologi di lokasi terdampak memicu deformasi permukaan tanah yang masif.

"Kejadian gempa utama yang diikuti banyaknya gempa susulan menunjukkan kondisi geologi yang rumit dengan jenis litologi yang beragam. Kedekatan episenter dengan permukiman dan kondisi tanah yang lunak mengamplifikasi efek guncangan," kata Lana.

Baca juga: Penanganan Gempa M 6,7 Sulteng: Korban Meninggal Bertambah, Polisi Jaga RSUD Anutapura

Lana menjelaskan guncangan gempa bermagnitudo 6,7 pada Selasa (16/6) tersebut telah mengakibatkan kerusakan struktural pada bangunan, retakan tanah, penurunan lahan (land subsidence), hingga memicu longsoran akibat ketidakstabilan lereng di Gunung Kamarora.

Kajian Lanjutan

Sementara itu, tim ahli di lapangan dan bersama masyarakat setempat juga mengidentifikasi adanya fenomena alam berupa surutnya air laut di kawasan Teluk Palu sesaat setelah gempa terjadi, yang hingga saat ini masih memerlukan kajian lanjutan.

Kumpulan gempa susulan yang terjadi secara konstan di wilayah tersebut dinilai menyerupai karakteristik gempa swarm, dimana perubahan tegangan (stress) pasca-gempa utama diduga ikut memengaruhi sesar-sesar aktif lain di sekitarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan munculnya fenomena rekahan permukaan tanah serta amblesan pada jalur logistik akses Napu secara teknis dipengaruhi oleh posisi topografi yang memiliki kemiringan lereng curam di atas lapisan tanah yang tidak kompak.

Baca juga: Pemprov Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama Sepekan, Tiga Daerah Jadi Prioritas

Berkaca dari berbagai dampak fisik yang muncul, Badan Geologi menekankan pentingnya penerapan penataan ruang dan mitigasi bencana berbasis kondisi geologi setempat guna mereduksi risiko kebencanaan pada masa mendatang.

"Ya, jadi berbagai dampak yang muncul menunjukkan pentingnya mitigasi berbasis kondisi geologi untuk mengurangi risiko pada kejadian serupa di masa mendatang," kata Lana.

Sampai dengan Kamis (18/6) pukul 13.51 WIB Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada tiga korban meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 91 orang luka ringan.

Baca juga: Gempa M 6,7 Sulteng: Korban Jiwa Bertambah, Sigi Siapkan Huntara

Dampak kumulatif kebencanaan melanda sedikitnya 2.109 Kepala Keluarga (KK) atau setara 6.412 jiwa di Kabupaten Sigi, Palu, dan Parigi Moutong.

Untuk korban meninggal dunia tersebut masing-masing di Desa Ampera (Kecamatan Palolo) dan Desa Kamarora A (Kecamatan Nokilalaki), Kabupaten Sigi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Konsentrasi dampak terbesar berada di Kabupaten Sigi dengan 1.991 KK atau 6.418 jiwa terdampak, disusul Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 21 KK atau 40 jiwa, sedangkan data terdampak di Kota Palu, Donggala, dan Poso masih terus diperbarui.

Dampak kerusakan infrastruktur fisik juga meluas, melanda 1.456 rumah rusak ringan, 112 rumah rusak sedang, 47 rumah rusak berat, serta kerusakan puluhan fasilitas publik berupa 35 tempat ibadah, 10 sekolah, dan 11 gedung perkantoran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tabrakan Dua Retakan di Bumi, Jutaan Orang Diancam Gerbang Gempa
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sejumlah Merek Popok di Tiongkok Terdeteksi Mengandung Zat Beracun, Diduga Berdampak Terhadap Kesuburan serta Fungsi Hati dan Ginjal
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Massa Mahasiswa Gelar Aksi Tritura di Depan DPR
• 2 jam laludetik.com
thumb
Travel Umrah Bermasalah Masih Marak, 72 Aduan Kasus Masuk ke Kemenhaj
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
China Kritik Rencana G7 Kurangi Ketergantungan Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.