Badan Geologi Petakan 4 Wilayah di Sulteng Berpotensi Alami Pencairan Tanah

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang memiliki peluang dan kerentanan tinggi mengalami fenomena likuefaksi atau pencairan tanah pascaguncangan gempa bermagnitudo 6,7 beberapa hari lalu.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan berdasarkan pemutakhiran peta pemantauan teknis terdapat empat kabupaten/ kota yang kini perlu mendapatkan perhatian intensif.

"Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan juga sebagian Kabupaten Poso. Likuefaksi ini berpotensi terjadi pada lapisan tanah berpasir jenuh air yang mengalami guncangan kuat," kata Lana dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Badan Geologi: Struktur Geologi yang Rumit Perparah Dampak Gempa Sulteng

Lana menjelaskan status potensi tersebut bukan berarti bencana likuefaksi pasti akan langsung terjadi di seluruh titik, melainkan menjadi indikator ilmiah yang menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan dan penguatan mitigasi struktural.

Secara teoritis, lanjutnya, pelepasan kekuatan gempa bumi di darat dapat memicu tekanan air pori pada tanah pasir jenuh meningkat, sehingga menghilangkan daya dukung tanah dan membuat permukaan tanah kehilangan kekuatan rigidity-nya secara mendadak.

Baca juga: Penanganan Gempa M 6,7 Sulteng: Korban Meninggal Bertambah, Polisi Jaga RSUD Anutapura

Oleh karena itu, Badan Geologi menilai kajian mikrozonasi yang lebih rinci dan spesifik mutlak diperlukan guna menentukan klasifikasi tingkat risiko secara mendalam pada tiap-tiap lokasi di empat wilayah tersebut.

Lana mengungkapkan data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.

Selain itu dia memaparkan hasil pemetaan kawasan dengan kerawanan tinggi terhadap gempa, antara lain mencakup beberapa wilayah di Kabupaten Sigi dan Kota Palu (Dolo, Gumbasa, Marawola, Tanambulava, Palu Barat, Palu Selatan, dan Palu Utara). Sementara wilayah lainnya berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Baca juga: Gempa M 6,7 Sulteng: Korban Jiwa Bertambah, Sigi Siapkan Huntara

Peta kerawanan ini disusun berdasarkan berbagai parameter geologi, antara lain keberadaan sesar aktif, karakteristik batuan dan tanah, sejarah kegempaan, serta potensi guncangan yang dapat terjadi di suatu wilayah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Namun perlu dipahami bahwa peta kerawanan ini bukan merupakan prediksi kapan gempa akan terjadi, melainkan gambaran tingkat potensi bahaya apabila gempa terjadi di wilayah tersebut," kata Lana.

Pihaknya mengimbau otoritas kebencanaan daerah dan masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada serta menjadikan aspek ketahanan geologi sebagai prasyarat utama dalam rencana pembangunan kembali infrastruktur pemukiman pascabencana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyidikan Dugaan Korupsi Yayasan Memanas, UIN Jakarta Minta Publik Cermati Fakta Hukum
• 7 jam laludisway.id
thumb
Kurikulum Tak Pernah Polos: Mitos Netralitas Pendidikan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Perluas Jaringan Air Bersih, PDAM Kabupaten Pasuruan Siapkan Unit Layanan Baru di Pasrepan
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Dari NTT, Gibran Bertolak ke Gorontalo Bareng 5 Mahasiswa
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Minyak Dunia Anjlok, DPR RI Sebut Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Tetap Sama
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.