INANTA-YCWS Gelar Annual Review Tahun Ke-3, Penanda Berakhirnya Program CLEAR di Makassar

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Melalui program Community-Led Emergency Action and Resilience (CLEAR), Yayasan INANTA dan Yayasan Cita Wadah Swadaya (YCWS), dengan dukungan DFAT Australia, melaksanakan kegiatan Annual Review Tahun ke-3.

Ini sebagai penanda berakhirnya rangkaian pelaksanaan program, setelah berjalan selama tiga tahun di Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung di MaxOne Hotel Makassar, Jumat, 19 Juni tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat capaian, pembelajaran, serta keberlanjutan inisiatif, yang telah dibangun bersama masyarakat dalam meningkatkan ketangguhan menghadapi risiko bencana banjir.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang selama tiga tahun terakhir berperan dalam mendukung pelaksanaan Program CLEAR, mulai dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, akademisi, organisasi penyandang disabilitas, hingga masyarakat penerima manfaat.

Peserta yang hadir meliputi BPBD Kota Makassar, Dinas Sosial Kota Makassar, PMI Kota Makassar, BMKG Wilayah IV, Program Studi S2 Manajemen Bencana UNHAS, PPDI Kota Makassar, Pemerintah Kelurahan dari empat wilayah dampingan, masyarakat, penyandang disabilitas, serta Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Tamangapa, Manggala, Paccerakkang, dan Katimbang.

Selama tiga tahun pelaksanaannya, Program CLEAR telah memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk menghadapi berbagai risiko bencana melalui pendekatan berbasis komunitas dan inklusi. Program ini mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi aktor utama dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir di wilayahnya masing-masing.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan, Program CLEAR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana, pengurangan risiko bencana, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Penguatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan, kegiatan edukasi, simulasi bencana, serta pengembangan mekanisme kesiapsiagaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Salah satu capaian penting Program CLEAR dalam mendukung keberlanjutan upaya adaptasi dan mitigasi bencana adalah berhasil memfasilitasi terbentuknya lima Kelompok Inovasi Komunitas (Community-Based Organization/CBO) serta penguatan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) di empat kelurahan dampingan, yaitu Tamangapa, Manggala, Paccerakkang, dan Katimbang.

Kelompok Inovasi Komunitas menjadi wadah masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, serta penguatan ketahanan komunitas di wilayah dampingan program.

Sementara itu, Tim KSB berperan sebagai penggerak lokal dalam mengidentifikasi risiko, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta mendukung respons awal ketika terjadi bencana banjir.

Selain itu, masyarakat bersama Tim KSB juga telah mengembangkan peta risiko berbasis komunitas sebagai alat untuk mengenali wilayah rawan banjir dan menentukan langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Kehadiran kelompok ini menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas lokal agar masyarakat mampu secara mandiri menginisiasi dan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang mendukung ketangguhan wilayah setelah program berakhir.

Program CLEAR juga memperkenalkan pendekatan aksi antisipatif (anticipatory action) sebagai upaya mengurangi dampak bencana melalui tindakan yang dilakukan sebelum kejadian berdasarkan informasi risiko dan prediksi ancaman.

Pendekatan ini membantu masyarakat memahami pentingnya kesiapan lebih awal, terutama dalam menghadapi ancaman banjir yang sering terjadi di wilayah empat kelurahan dampingan.

Tidak hanya berfokus pada aspek kebencanaan, Program CLEAR juga memberikan perhatian terhadap penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan, usaha mikro, dan penyandang disabilitas.

Melalui dukungan usaha dan pengembangan kapasitas ekonomi, penerima manfaat didorong untuk meningkatkan kemandirian serta memperkuat kemampuan keluarga dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana banjir.

Selain itu, berbagai aksi inovasi kelompok komunitas juga telah dilaksanakan sebagai bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh.

Kegiatan berbasis lingkungan seperti penanaman dan berbagai inisiatif komunitas lainnya menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa ketangguhan terhadap bencana banjir juga berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan.

Seluruh proses pelaksanaan Program CLEAR juga menempatkan prinsip inklusi sebagai bagian utama, dengan memastikan keterlibatan kelompok rentan dan penyandang disabilitas dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Pendekatan ini memperkuat pemahaman bahwa pengurangan risiko bencana harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Melalui kegiatan Annual Review Tahun 3 ini, berbagai pihak menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terbangun selama pelaksanaan program. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemanusiaan, akademisi, dan kelompok penyandang disabilitas menjadi salah satu kunci keberhasilan Program CLEAR dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Setelah tiga tahun perjalanan, Program CLEAR INANTA-YCWS meninggalkan berbagai praktik baik dan pembelajaran yang dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan upaya pengurangan risiko bencana banjir di Kota Makassar.

Berakhirnya program bukan menjadi akhir dari gerakan ketangguhan masyarakat, melainkan menjadi awal bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terus melanjutkan komitmen dalam membangun lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan siap menghadapi berbagai tantangan bencana banjir di masa depan. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Tanjung Uban deportasi WN Maroko karena langgar izin tinggal
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
PTPN Group Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Jaga Kesehatan Berkelanjutan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wingstop Indonesia Tandai Perjalanan 12 Tahun dengan Berbagai Aktivitas Interaktif
• 13 jam laluherstory.co.id
thumb
Optimalisasi Persalinan di FKTP, Bidan Jadi Garda Depan Jaga Kesinambungan JKN
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
OJK Buka Suara soal Review MSCI: Reformasi Transparansi Terus Berjalan
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.