Grid.ID - Curhat Betrand Peto menjadi sorotan di tengah perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah. Pasalnya, remaja yang akrab disapa Onyo ini mengaku mendapat perlakuan kasar, yakni ditampar oleh sosok yang disebutnya tante yang diduga sebagai adik Sarwendah.
Masalah ini terungkap dalam curhat Betrand Peto di Instagram story miliknya di mana Onyo mengaku dirinya pernah ditampar oleh seseorang semasa masih tinggal bersama Sarwendah. Santer disebut-sebut orang tersebut adalah adik Sarwendah, Wendy Lo.
“Ayah tidak pernah menampar Onyo. Tante coba jelaskan kenapa nampar Onyo?” tulisnya di Instagram story @betrandpetoputraonsu.
Curhat Betrand Peto ini menyita perhatian banyak orang, termasuk mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada emosi mendengar pengakuan ini. Pasalnya, ini termasuk tindakan kekerasan terhadap anak-anak.
Ini diungkapnya dalam tayangan YouTube Intens Investigasi pada Kamis (18/6/2026).
“Aku kaget dengan postingan Onyo yang katanya dia mendapat perlakuan tekanan psikis dan fisik, kalau enggak salah sampai ditampar,” kata Nanda Persada.
“Nih aku bukan cuma aku, aku rasa semua orang berhak marah untuk itu. Enggak boleh ada tindakan kekerasan terhadap anak.”
“Sorry aku jadi agak emosi gitu dengernya. Enggak boleh lah seperti itu apalagi katanya sayang sama ponakan, sayang sama anak,” tuturnya.
Menurutnya, tindakan kekerasan psikis dan fisik terhadap anak seperti ini harusnya ditindak, kalau perlu dibawa ke jalur hukum.
“Begitu ada hal-hal yang sifatnya kekerasan psikis dan terutama fisik itu harus ditindaklanjuti sih menurut aku dan harus direspons oleh lembaga terkait kalau perlu ke jalur hukum karena ini sudah mengganggu kondisi psikologi dan juga untuk tindakan fisik,” ujarnya.
Nanda Persada mengingatkan bahwa tindakan kekerasan seperti dalam curhat Betrand Peto yang diduga ditampar adik Sarwendah ini bisa dijerat hukum pidana jika terdapat cukup bukti.
“Tindakan fisik itu bisa dipidana lho kalau ada bukti-buktinya,” kata Nanda Persada.
Di akhir penuturannya, mantan manajer Sarwendah ini mengingatkan untuk tidak menormalisasi kekerasan terhadap anak-anak seperti ini karena akan dianggap sebagai hal biasa di masa mendatang.
“Dan ini enggak boleh kita biarin, enggak boleh kita normalisasi, kita biarkan hal-hal seperti itu,” tuturnya.
“Karena ini tanggung jawab bersama karena kalau dibiarkan akhirnya kesannya akan terjadi normalisasi (bahwa ini) hal yang biasa, hal yang tidak fatal. Kita tidak boleh biarkan hal-hal seperti ini,” ujarnya memungkasi.(*)
Artikel Asli




