Sigi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil alih komando penanganan bencana gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Langkah ini dilakukan setelah Bupati Sigi menetapkan status tanggap darurat
"Jadi Bupati Sigi sudah menetapkan status tanggap darurat artinya pemerintah pusat melalui BNPB mengambil alih komando dan akan memimpin serta membantu semaksimal mungkin," kata Kepala BNPB Suharyanto, dilansir dari Antara, Jumat, 19 Juni 2026.
Saat ini, pihaknya masih menunggu data dari Pemerintah Kabupaten Sigi terkait data kerusakan rumah warga di Desa Kamarora. "Untuk rumah rusak berat sudah ada kesepakatan kita akan bangunkan hunian sementara (Huntara), kemudian juga kami tawarkan yang tidak mau masuk huntara diberikan dana tunggu hunian, pola ini sama seperti di tempat-tempat lain kalau terjadi bencana," ucapnya.
Baca Juga :
Ia menuturkan sebagian masyarakat terdampak di wilayah tersebut kini telah terpenuhi kebutuhan logistik dasarnya. "Tidak ada keluhan masalah logistik dasar, Alhamdulillah semuanya terpenuhi, artinya pemerintah daerah sudah bergerak cepat, tinggal pemerintah pusat ini mempertebal penanganan bencana di Kabupaten Sigi," sebutnya.
Menurut dia, masyarakat menyampaikan permintaan agar infrastruktur seperti rumah ibadah, termasuk masjid dan gereja, dapat segera diperbaiki.
"Hasil dialog dengan masyarakat, tidak ada keluhan yang minta kebutuhan dasar. Justru mereka menanyakan kebutuhan sekunder seperti tempat ibadah, padahal itu kebutuhan sekunder sehingga kami segera bangun gereja sementara di Nokilalaki," ungkap dia.
Suharyanto menyebutkan pembangunan gereja sementara mulai dibangun dengan bangunan semi permanen pada Minggu, 21 Juni 2026. "Pembangunan rumah ibadah ini untuk gereja dan masjid dengan atapnya seng, dindingnya GRC, bawahnya semen serta ukurannya sesuai dengan kebutuhan di tempat ibadah," ujarnya.
Puing-puing rumah warga di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki berserakan akibat dampak gempa 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi, Rabu, 17 Juni 2026. (ANTARA/Moh Ridwan)
Berdasarkan data per 19 Juni, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.585 Kepala Keluarga (KK) dengan 7.821 jiwa di Kabupaten Sigi. Rumah di Kabupaten Sigi yang mengalami kerusakan juga menjadi 2.137 unit terdiri rusak ringan 1.917 unit, rusak sedang 147 unit, dan rusak berat 73 unit yang tersebar di 39 desa.
Diketahui, BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada pukul 10.27 WIB, Selasa, 16 Juni 2026.




