Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi lebih dari 143 ribu pelajar serta mahasiswa di provinsi itu melalui kolaborasi dengan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi swasta.
Program tersebut terdiri atas 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA dan SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Dibalik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tuturnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat.
Baca juga: Gubernur Jatim ajak masyarakat manfaatkan beasiswa LPDP-KCL
Khofifah mengatakan program itu merupakan bentuk sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga 18 Juni 2026, terdapat 84 PTS yang berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan pembiayaan bagi calon mahasiswa baru. Sejumlah kampus juga memberikan bantuan biaya hidup kepada penerima program.
Pada jenjang SMA dan SMK swasta, jumlah sekolah yang berpartisipasi meningkat dari 1.772 sekolah pada tahun ajaran 2025/2026 menjadi 2.106 sekolah pada tahun ajaran 2026/2027, atau bertambah 334 sekolah. Jumlah tersebut terdiri atas 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta.
Untuk tahun 2026, total penerima beasiswa penuh pada SMA dan SMK swasta mencapai 44.421 siswa. Selain itu, terdapat 36.710 penerima potongan biaya pendidikan dalam bentuk pembebasan uang gedung, potongan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), maupun bantuan pendidikan lainnya.
Menurut data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan sekolah menengah pertama (SMP), madrasah tsanawiyah (MTs) sederajat pada 2026 mencapai 618.479 siswa. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya 244.621 kursi.
Baca juga: Beasiswa SMA/SMK swasta wujudkan Jatim cerdas dan tekan putus sekolah
Baca juga: Gubernur Jatim luncurkan 1.193 beasiswa bagi santri unggul
"Ini adalah tantangan kita bersama. Artinya, sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 anak atau 60,45 persen lulusan yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Insya Allah, dengan program ini bisa menutup gap pendidikan kita," ujarnya.
Khofifah menambahkan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka anak tidak sekolah (ATS) serta meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Jawa Timur.
"Ini adalah bentuk kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Program tersebut terdiri atas 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA dan SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Dibalik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tuturnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat.
Baca juga: Gubernur Jatim ajak masyarakat manfaatkan beasiswa LPDP-KCL
Khofifah mengatakan program itu merupakan bentuk sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur hingga 18 Juni 2026, terdapat 84 PTS yang berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan pembiayaan bagi calon mahasiswa baru. Sejumlah kampus juga memberikan bantuan biaya hidup kepada penerima program.
Pada jenjang SMA dan SMK swasta, jumlah sekolah yang berpartisipasi meningkat dari 1.772 sekolah pada tahun ajaran 2025/2026 menjadi 2.106 sekolah pada tahun ajaran 2026/2027, atau bertambah 334 sekolah. Jumlah tersebut terdiri atas 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta.
Untuk tahun 2026, total penerima beasiswa penuh pada SMA dan SMK swasta mencapai 44.421 siswa. Selain itu, terdapat 36.710 penerima potongan biaya pendidikan dalam bentuk pembebasan uang gedung, potongan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), maupun bantuan pendidikan lainnya.
Menurut data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan sekolah menengah pertama (SMP), madrasah tsanawiyah (MTs) sederajat pada 2026 mencapai 618.479 siswa. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya 244.621 kursi.
Baca juga: Beasiswa SMA/SMK swasta wujudkan Jatim cerdas dan tekan putus sekolah
Baca juga: Gubernur Jatim luncurkan 1.193 beasiswa bagi santri unggul
"Ini adalah tantangan kita bersama. Artinya, sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 anak atau 60,45 persen lulusan yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Insya Allah, dengan program ini bisa menutup gap pendidikan kita," ujarnya.
Khofifah menambahkan program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka anak tidak sekolah (ATS) serta meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Jawa Timur.
"Ini adalah bentuk kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas,” katanya.





