GORONTALO, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Jumat (19/6/2026).
Gibran didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat meninjau lokasi proyek tersebut.
Baca juga: Di Gorontalo, Gibran Traktir Perlengkapan Sekolah untuk 120 Anak Panti Asuhan
Selain itu, hadir juga Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bulango Ulu, Ali Rahmat, serta Anggota Komisi VI DPR RI Rachmad Gobel di lokasi.
Gibran menilai percepatan penyelesaian bendungan ini akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Gorontalo.
Kehadiran bendungan ini dinilai dapat berdampak pada penyediaan air baku, pengendalian banjir, peningkatan layanan irigasi, hingga pembangkit listrik.
Baca juga: Gibran Kunjungi SD di Gorontalo, Tinjau Sisa Kerusakan Kebakaran 2022
Pembangunan segera selesai, berfungsi 2028Menurut Ali Rahmat, proses penyelesaian konstruksi dapat berjalan sesuai target sehingga bendungan dapat berfungsi secara optimal pada awal 2028.
Selama di lokasi proyek bendungan, Wapres RI dijelaskan soal perkembangan pembangunan bendungan dari Kepala BBWS Ali Rahmat.
Ali menjelaskan progres fisik pembangunan Bendungan Bulango Ulu telah mencapai 94,99 persen.
“Insyaallah tahun ini semua selesai, Pak. Pekerjaan bendungan tinggal menyisakan pekerjaan terowongan, plugging, kemudian pekerjaan bottom outlet,” ujar Ali Rahmat.
Baca juga: Bendungan Bulango Ulu Rp 2,46 Triliun Siap Digenangi Maret 2026
Ali menjelaskan, Bendungan Bulango Ulu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Gorontalo, khususnya dalam penyediaan air baku sebesar 2.200 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.
Menurutnya, bendungan ini ditargetkan untuk mereduksi potensi banjir hingga 43 persen di Kota Gorontalo.
Dengan pengendalian debit air yang lebih baik, sekitar 629 hektare kawasan terdampak banjir dapat diminimalisasi risikonya.
“Manfaat yang paling besar kembali adalah reduksi banjir untuk melindungi Kota Gorontalo. Debit air yang sampai di kota akan sangat berkurang,” jelasnya.
Dia menambahkan, bendungan Bulango Ulu juga dirancang mendukung pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 5 megawatt serta meningkatkan layanan irigasi pertanian.
Menurut Ali, infrastruktur ini akan menopang irigasi eksisting seluas 4.100 hektare dan membuka tambahan layanan irigasi baru seluas 750 hektare.
“Dengan adanya bendungan ini, insya Allah produktivitas pertanian bisa meningkat dua kali lipat dan indeks pertanaman naik secara signifikan,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




