Madiun: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah setempat yang rawan kekeringan. Langkah ini dilakukan dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang.
Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun Ageng Kurnia Wijayanto mengatakan wilayah potensi kekeringan dan kekurangan air bersih tersebut relatif banyak ditemukan di wilayah dataran rendah, seperti beberapa kawasan di Kecamatan Madiun.
"Wilayah rawan tersebut biasanya mengandalkan pasokan air dari sumber air tanah dan sungai yang kini mulai dipantau debit airnya secara berkala karena menyusut seiring puncak musim kemarau," ujar Ageng, dilansir dari Antara, Jumat, 19 Juni 2026.
Baca Juga :
Fenomena Hari Tanpa Hujan Picu Kekeringan di PasuruanSelain pemetaan kekeringan, BPBD Kabupaten Madiun juga memberi perhatian khusus pada kawasan hutan karena rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD kini mulai mengalihkan fokus pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan yang diperkirakan meningkat mulai Juni hingga Agustus 2026 berdasarkan informasi dari BMKG.
"Selain pemetaan daerah rawan, kami juga melakukan langkah kesiapsiagaan. Sarana dan prasarana sudah kami siapkan agar kebutuhan masyarakat maupun potensi bencana akibat kemarau dan kekeringan bisa dimitigasi sejak dini," katanya.
Untuk potensi karhutla, wilayah Kecamatan Gemarang, Kare, dan Saradan menjadi kawasan yang mendapat perhatian lebih. Sebab, kawasan itu memiliki area hutan yang cukup luas dan rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau.
"Kami sudah menyampaikan informasi untuk lebih memperhatikan kondisi wilayah masing-masing, terutama lahan tandus dan area yang berpotensi terjadi karhutla," ungkap dia.
Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Hingga pertengahan Juni 2026, BPBD mengaku belum menerima laporan signifikan terkait kekeringan, kekurangan air bersih, maupun kebakaran hutan yang berdampak besar. Meski demikian, masyarakat diminta aktif melaporkan setiap potensi kejadian agar dapat segera ditindaklanjuti.
Untuk mencegah karhutla, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak Perhutani. Mereka juga melakukan sosialisasi tentang larangan membakar lahan, baik untuk pertanian maupun aktivitas lainnya di kawasan hutan.
Selain itu, BPBD turut menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak selama musim kemarau. Warga diimbau mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak dan lebih mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari.




