jpnn.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bertemu perwakilan mahasiswa yang berdemonstrasi di depan gedung legislatif, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (19/6).
Dasco didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath ketika bertemu perwakilan mahasiswa.
BACA JUGA: Demo Mahasiswa di DPR, Massa Kritik Kebijakan Menaikkan Harga BBM saat Tengah Malam
Adapun, mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Jumat ini berasal dari PB HMI MPO, Universitas Trisakti (Usakti), Mercu Buana, hingga Universitas Esa Unggul (UEU).
Mahasiswa PB HMI MPO menjadi pihak lebih dahulu memasuki Ruang Abdul Muis di Gedung Nusantara, area DPR/MPR yang menjadi lokasi pertemuan.
BACA JUGA: Kejagung Ungkap Peran GHS di Kasus Korupsi MBG yang Menjerat Dadan Hindayana
Berturut-turut setelah itu, mahasiswa dari Usakti, Mercu Buana, hingga UEU ikut memasuki ruang pertemuan.
Dasco kemudian terlihat memasuki Ruang Abdul Muis di Gedung Nusantara, area DPR/MPR, Jakarta.
BACA JUGA: Demo di DPR, Mahasiswa Tuntut Kesejahteraan Guru Honorer & Tolak Pemborosan Negara
Awak media mulanya bisa mengabadikan pertemuan antara Dasco didampingi legislator lain dengan mahasiswa.
Beberapa awak media tampak mengambil duduk untuk mencatat isu yang dibahas dalam pertemuan Dasco cs dengan mahasiswa.
Namun, petugas keamanan DPR meminta awak media yang sudah duduk di Ruang Abdul Muis untuk keluar area.
Petugas keamanan mempersilakan awak media menunggu di lokasi konferensi pers untuk membahas hasil pertemuan.
Adapun, Usakti dalam demonstrasi membawa tiga tuntutan, yakni:1. Pulihkan Ekonomi dan Politik: Mendesak penurunan harga bahan pokok & BBM, serta menghentikan segala bentuk pemborosan APBN.
2. Berantas Inkompetensi Pejabat: Menuntut evaluasi total terhadap program yang bermasalah dan memperbaiki komunikasi publik pemerintah.
3. Kembalikan Supremasi Sipil: Menolak tegas UU Polri, menghentikan represivitas aparat di ranah sipil, dan menolak PSN yang merampas hak rakyat.
Sementara itu, tuntutan mahasiswa HMI, yakni:
1. Menuntut evaluasi Program MBG dan KDMP yang dinilai perlu ditinjau kembali efektivitas, transparansi, serta dampaknya terhadap masyarakat.
2. Menolak pemborosan anggaran negara dan mendesak pemerintah untuk mengutamakan pengelolaan keuangan negara yang efisien, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
3. Menyejahterakan guru honorer melalui kebijakan yang menjamin kepastian status, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak tenaga pendidik.
4. Menstabilkan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat dan mencegah semakin beratnya beban ekonomi rakyat.
5. Menegakkan supremasi sipil sebagai prinsip fundamental demokrasi dan negara hukum yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.(ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




