JAKARTA, KOMPAS.TV - Satu bulan berlalu, jemaah haji kloter pertama telah kembali ke Tanah Air.
Selama di Tanah Suci, proses ibadah jemaah tak lepas dari pelayanan dan fasilitas yang disediakan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
Sudah maksimalkah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersinergi, atau justru masih ada catatan yang menanti untuk dievaluasi?
Penyelenggaraan haji tahun 2026 ini mengalami perubahan yang signifikan. Salah satunya adalah perlengkapan identitas yang dimiliki jemaah, yakni kartu Nusuk atau identitas resmi yang memuat data diri, informasi visa, dan QR code yang menjadi akses utama jemaah.
Selain itu, ada juga Tasreh atau tiket digital yang dikeluarkan oleh otoritas Arab Saudi yang khusus digunakan di Raudhah.
Selain mempermudah jemaah haji mengenali identitas, penggunaan kartu identitas ini dapat membantu akses layanan masing-masing kelompok dan menurunkan risiko ketika terpisah dari rombongan.
Hotel juga menjadi pembahasan karena penempatan haji reguler dinilai cukup baik. Di Madinah, jemaah dapat ditempatkan di hotel bintang lima.
Selain itu, puncak haji yang ditandai dengan kegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna mendapat perhatian khusus. Pada fase ini, jemaah harus berpindah tempat dan menginap di tenda-tenda.
Persiapan dan inspeksi fasilitas sanitasi serta logistik di Arafah dan Mina dimatangkan secara intensif.
Meskipun layanan dinilai lebih baik, Tim Pengawas (Timwas) Haji masih memiliki sejumlah catatan, di antaranya terkait kenyamanan tenda yang perlu dievaluasi, sebagaimana disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.
Atas capaian ini, otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.
Berbagai capaian yang diraih tahun ini menunjukkan adanya lompatan kemajuan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Selain dari petugas haji, edukasi intensif juga diperlukan bagi jemaah agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
Berakhirnya puncak ibadah haji tidak berarti berakhir pula tugas pelayanan kepada jemaah.
Saat ini, yang menjadi fokus Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memastikan proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat dituntaskan dengan baik, mulai dari pelayanan di Tanah Suci hingga kepulangan jemaah ke daerah asal masing-masing.
Baca Juga: Apresiasi Peningkatan Layanan Haji 2026, Menhaj: Presiden Minta Percepatan Masa Tunggu Jemaah
#haji #ppih #kemenhaj #ibadahhaji
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- noads
- haji
- ibadah haji
- evaluasi haji
- ppih
- fasilitas haji





