Grid.ID - Dunia musik Indonesia kembali menghadirkan kabar menarik, terutama bagi para pecinta seni tarik suara dan mereka yang ingin mengembangkan kemampuan bernyanyi. Penyanyi Pinkan Mambo kini membuka kelas vokal melalui program yang diberi nama Pingkan Mambo Academy. Informasi tersebut dibagikan melalui unggahan media sosial pribadinya dan langsung menarik perhatian banyak pengikut serta penggemar.
Langkah ini menjadi sebuah terobosan sekaligus kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar vokal secara lebih serius. Nama Pinkan Mambo sendiri sudah tidak asing di industri hiburan Indonesia.
Dengan pengalaman yang cukup panjang di dunia musik, kehadiran kelas vokal ini menjadi salah satu bentuk kontribusinya dalam membagikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama berkarier.
Dalam informasi yang dibagikan, kelas vokal yang dibuka tersedia dalam dua pilihan, yakni sistem sharing class dan kelas privat. Untuk kelas sharing, peserta dikenakan biaya Rp1 juta per bulan dengan total empat kali pertemuan berdurasi 30 menit setiap sesi. Sementara itu, kelas privat ditawarkan dengan biaya Rp2 juta per bulan dengan empat kali pertemuan yang masing-masing berdurasi sekitar 39 menit.
Menariknya, program belajar ini tidak hanya tersedia secara daring atau online, tetapi juga dapat diikuti secara tatap muka. Hal tersebut tentu memberikan fleksibilitas bagi calon peserta. Mereka yang berada di luar kota tetap memiliki kesempatan mengikuti pembelajaran melalui sistem online, sedangkan peserta yang ingin mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dapat mengikuti kelas offline yang disebutkan berada di kawasan BSD City.
Selain biaya kelas, terdapat juga biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu. Melalui sistem seperti ini, calon peserta bisa menyesuaikan metode belajar sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Keputusan Pinkan Mambo membuka akademi vokal dapat dilihat sebagai langkah yang cukup menarik di tengah perkembangan industri kreatif saat ini. Saat ini semakin banyak figur publik yang tidak hanya fokus pada karier di atas panggung, tetapi juga mulai membangun ruang pembelajaran untuk membagikan keterampilan yang mereka miliki. Tren tersebut berkembang karena banyak masyarakat yang tertarik belajar langsung dari orang-orang yang telah memiliki pengalaman nyata di bidangnya.(*)
p
Artikel Asli




