JAKARTA, KOMPAS.com - Video yang memperlihatkan aksi penjambretan telepon genggam di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, korban yang merupakan seorang pria terlihat sedang berdiri di pinggir jalan bersama seorang perempuan pada Minggu (7/6/2026).
Tak lama kemudian, seorang pengendara sepeda motor yang mengenakan jaket ojek online berwarna hijau mendekati korban.
Baca juga: Nasib Pilu Ojol di Depok, Dituduh Jambret hingga Dipukul Pakai Palu
Dalam hitungan detik, pengendara tersebut mengulurkan tangannya ke arah korban, diduga mengambil telepon genggam milik korban, lalu langsung memacu kendaraannya untuk melarikan diri.
Korban bersama temannya yang menyadari aksi penjambretan itu kemudian berusaha mengejar pelaku yang telah kabur.
Dalam keterangan unggahan tersebut, disebutkan bahwa batas pinjaman paylater milik korban turut dikuras oleh pelaku.
Baca juga: Pria yang Tuduh Ojol Jambret lalu Pukul Pakai Palu di Depok Ditangkap
Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami kerugian sekitar Rp 19 juta.
Menanggapi video yang viral tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kasus itu saat ini tengah ditangani oleh Polsek Metro Tanah Abang.
"Jadi untuk jambret di Benhil, sampai saat ini masih ditangani pemeriksaannya oleh Polsek Tanah Abang. Jadi korban juga membuat laporannya di Polsek Tanah Abang," jelas dia saat ditemui Kompas.com di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
Roby mengatakan, polisi juga telah mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam peristiwa tersebut.
Baca juga: Begal dan Jambret Marak di Jakarta, Kita Harus Apa?
"CCTV-nya ada ya, sesuai yang kita lihat di media sosial. Kita juga mengetahui itu juga dari social media," ujar dia.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
"Masih dalam penyelidikan," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang