JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) malam.
Dalam acara tersebut, Pramono hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Habib Rizieq Shihab.
Pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, Pramono duduk berdampingan dengan Cak Imin.
Di sisi kiri keduanya tampak Habib Rizieq yang duduk bersebelahan dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Monas Malam Ini, Ada Haul Akbar Ulama Betawi
Keempat tokoh tersebut mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan peci hitam.
Mereka mengikuti rangkaian acara dan bershalawat bersama jamaah yang memadati kawasan Monas.
Lantunan shalawat menggema di area acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi merupakan agenda yang pertama kali diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Ini adalah acara yang pertama kali, dan saya sebagai Gubernur Jakarta yang menggagas acara ini, saya berharap dan memohon bahwa acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk bisa berselawatan sambil haul para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dari Betawi yang berjasa bagi Jakarta,” kata Pramono, Jumat.
Baca juga: Jamaah Mulai Padati Monas untuk Haul Akbar Ulama Betawi, Lalu Lintas Masih Lancar
Pramono menilai para ulama dan habaib Betawi memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Jakarta.
Menurut dia, para tokoh agama tersebut turut menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai kebangsaan dan cinta Tanah Air.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Betawi yang selama ini dinilai berperan menjaga kerukunan dan kebersamaan di Jakarta.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Betawi yang dari waktu ke waktu selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, kenyamanan, dan juga hidup nyaman di Jakarta ini,” ujarnya.
Baca juga: Catat, Ini 8 Lokasi Parkir Haul Akbar Ulama di Monas Jumat Malam
Pramono mengatakan, haul akbar tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menghormati jasa para ulama dan habaib Betawi sekaligus menyambut usia Jakarta yang akan memasuki 500 tahun pada 2027 mendatang.
Menurut dia, Jakarta harus tetap menjadi rumah bagi seluruh kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
Karena itu, ia sengaja mengundang tokoh-tokoh lintas agama dalam acara tersebut sebagai simbol kebersamaan dan toleransi di ibu kota.
“Jakarta harus menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, budaya, latar belakang masyarakat, dan dapat hidup berdampingan,” kata dia.
Pramono berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dapat menjadi agenda tahunan yang terus diselenggarakan dengan skala yang semakin besar pada tahun-tahun mendatang.
“Insyaallah tahun depan kita akan menyelenggarakan acara yang sama dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah, dan membawa kegembiraan, kenyamanan bagi kita semua,” tutur Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




