JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Poshdem Universitas Andalas, Feri Amsari menanggapi perihal Eks Ketua UGM, Tiyo Ardianto yang dipolisikan relawan Prabowo karena dianggap telah menyebarkan fitnah.
Menurut Feri Amsari, untuk publik tidak ada batasan mengkritik pimpinannya karena yang dimiliki warga negara hanya pendapat.
Demikian Feri Amsari mengatakan dalam program Kompas Petang pada Jumat, (19/6/2026).
“Di ruang itu, itulah yang membedakan dengan alat kekuasaan negara ya, presiden dan lain-lain. Mereka punya segala fasilitas untuk memperjuangkan dan mempertahankan dirinya, sementara warga negara diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat seluas-luasnya,” ucap Feri.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Berikan Voucher Belanja untuk Anak Yatim Gorontalo
“Tentu ada pertanyaan apakah dengan demikian warga negara berhak menyampaikan apapun, ya itulah yang dijamin oleh Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Dasar adalah produk hukum tertinggi. Kalau kemudian tidak mau terhina jangan jadi penguasa, karena memang kekuasaan itu punya segala hal untuk menentukan,” katanya.
Menurut Feri, dipolisikannya Tiyo Ardianto oleh relawan Prabowo adalah upaya untuk membungkam dan memastikan orang takut berbicara lagi.
“Lagi-lagi nanti alasannya ini kita orang timur. Lah banyak sekali pidato Presiden yang menghina dan menyakiti kita, tapi kan tidak mungkin kita melaporkan presiden karena pidato. Karena pidato bukan untuk kita tersinggung, pidato itu kita respons,” kata Feri.
“Nah terjadi lah dialektika di antara rakyat dan pemimpinnya sekarang, ada orang-orang yang kemudian di antara itu sedang memanfaatkan tentu untuk membahagiakan pemimpinnya, Pak Presiden ya. Ada ruang untuk kemudian melaporkan orang yang menghina presiden, orang nomor satu,” tuturnya.
Baca Juga: Ketum Joman saat Jokowi Dituding Tekan Polda Metro Tangkap dan Tahan Roy Suryo: Itu Halusinasi
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- relawan prabowo
- tiyo ardianto
- relawan prabowo polisikan tiyo
- tiyo ardianto dipolisikan
- feri amsari





