Perwakilan mahasiswa yang berdemonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diterima Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan, di depan mahasiswa, Dasco sempat menelepon Kepala Badan Gizi Nasional 9BGN) Nanik S Deyang.
Saat mengatakan, kepada Dasco, Nanik S Deyang menjelaskan bahwa BGN telah melakukan penghematan anggaran Rp 70 triliun tahun ini.
"Ada penghematan terkait tata kelola MBG sekitar Rp 70 triliun dari hasil penyesuaian terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan sebagainya," kata Saan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/6).
Saan juga menjanjikan kepada para mahasiswa yang masih memiliki pertanyaan terkait program MBG untuk berdialog langsung dengan para legislator.
Berdasarkan pantauan Katadata, sekitar 800 orang dari empat elemen rakyat melakukan demonstrasi sejak pukul 15.00 WIB hari ini, Jumat (19/6). Adapun empat elemen tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Indonesia dan tiga Badan Eksekutif Mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Universitas Mercu Buana.
Usai pertemuan, Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Universitas Trisakti mengingatkan para anggota DPR untuk tidak bermain-main dengan isu yang dekat dengan masyarakat.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Trisakti Dhenny Ribowo menjelaskan isu yang dimaksud adalah stabilitas harga bahan pokok dan bahan bakar minyak. Karena itu, Dhenny menuntut agar wakil rakyat dapat menjaga stabilitas ekonomi yang akhirnya berdampak kepada dua komoditas tersebut.
"Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Kalau masyarakat sudah lapar, maka dapat memicu emosi dan pasti pemerintah yang kena," kata Dhenny setelah melakukan dialog dengan Dasco di Gedung DPR, Jumat (19/6).
Dhenny mengatakan, dialog tersebut belum menyelesaikan isu kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax. Dia menuntut agar pemerintah menurunkan harga Pertamax yang kini naik 32,11% menjadi Rp 16.250 per liter sejak pekan lalu.
Dia juga mengatakan, tuntutan tersebut langsung disampaikan oleh Dasco kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melalui sambungan telepon saat dialog berlangsung. Menurutnya, harga Pertamax penting untuk ditekan agar efek domino terhadap harga bahan pokok tidak terjadi.
Dari hasil pertemuan, Dhenny mengatakan bahwa pemerintah berjanji akan mengakomodasi tuntutan pihaknya dalam waktu dekat. Namun Dhenny tidak memastikan apakah pemerintah memberikan tenggat waktu atau tidak.
"Kalau janji pemenuhan tuntutan kami tidak dipenuhi, pasti gelombang-gelombang perjuangan dalam bentuk demonstrasi seperti ini akan muncul," katanya.
Dhenny menekankan isu yang memicu demonstrasi hari ini adalah kenaikan harga BBM non-subsidi. Sebab, penyesuaian harga tersebut tidak disertai dengan kemampuan pemerintah untuk memenuhi peningkatan permintaan BBM bersubsidi dari naiknya harga Pertamax.
Dia juga mengatakan, demonstrasi hari ini menuntut beberapa janji-janji pemerintah saat masa kampanye yang belum terealisasi, seperti pembukaan 19 juta lapangan kerja.
"Hari ini mungkin kami tidak membawa isu reformasi, karena kami percaya isu rakyat akan membawa massa secara masif turun ke jalan. Karena itu, reformasi kecil atau reformasi besar akan terlaksana dengan sendirinya," ujarnya.




