VIVA – Bagi umat Islam, berdoa bukan sekadar ritual spiritual biasa, melainkan wujud kewajiban seorang hamba untuk selalu berserah diri di hadapan Sang Pencipta.
Melalui doa, manusia diingatkan akan kodratnya yang tidak pernah luput dari kesalahan, sehingga mengikuti cara Rasulullah dalam berkomunikasi dengan Allah menjadi langkah terbaik untuk menyempurnakan ibadah.
Dalam Al-Qur'an, momen sakral ketika Nabi Muhammad SAW memohon ampunan sengaja diabadikan agar dapat menjadi pedoman abadi bagi seluruh umatnya.
Secara lebih rinci, doa tersebut tertuang dalam Surah Al-Mu’minun ayat 118, yang berisi permohonan tulus Rasulullah atas ampunan dan kasih sayang Allah sebagai sebaik-baik Pemberi Rahmat, berikut doanya:
Doa Nabi Muhammad ketika memohon ampunanرَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ
“Robbirfir warham wa anta khoirur roohimiin”
Arti: "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat."
(QS Al-Mu'minun: 118)
(kmr)





