REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG, – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, menggelar pelatihan penyiraman otomatis berbasis internet of things (IoT) bagi kelompok wanita tani (KWT), penyuluh pertanian lapangan, dan tim produksi pertanian. Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penerapan teknologi modern di sektor pertanian perkotaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, menegaskan bahwa penerapan teknologi modern di lingkup pertanian kota bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah strategis yang harus diambil. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
“Melalui teknologi ini, kami ingin peserta lebih terampil mengelola penyiraman otomatis demi mewujudkan pertanian perkotaan yang modern, efisien dan berkelanjutan,” ujar Muhdorun di Tangerang, Jumat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Komitmen Transformasi Digital Urban Farming
Muhdorun menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen DKP Kota Tangerang dalam mempercepat transformasi digital di sektor pertanian perkotaan (urban farming). Penggunaan teknologi IoT dinilai krusial karena kemampuannya mendistribusikan air secara otomatis dan akurat.
Langkah ini tidak hanya meminimalkan risiko pemborosan air, tetapi juga menjaga kesinambungan dan stabilitas hasil panen. “Dengan bekal keilmuan yang diperoleh, kami berkomitmen untuk segera menerapkan teknologi penyiraman cerdas ini di lingkungan masing-masing agar pertanian perkotaan kita semakin modern,” tambahnya.
Produktivitas dan Cakupan Program
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, memaparkan bahwa program urban farming di wilayahnya telah melibatkan 76 KWT dan 39 kelompok pemberdayaan ikan. Sepanjang tahun 2025, program tersebut mencatatkan hasil produksi yang signifikan.
Beberapa komoditas yang dihasilkan antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong, serta 352.717 ekor ikan nila dan lele. Selain itu, terdapat 11.147 polybag tanaman obat keluarga (Toga) dan 45 ekor ternak kambing dan domba.
Di sektor pertanian, Kota Tangerang memiliki 11 kelompok tani (poktan) yang terdiri dari tujuh poktan tanaman pangan dan empat poktan hortikultura. Tujuh poktan tanaman pangan mengelola 98 hektare lahan sawah dengan produksi mencapai 846 ton beras sepanjang 2025. Sementara itu, poktan hortikultura berhasil menghasilkan 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah.
“Ke depan, program ini akan terus dikembangkan, agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tangerang,” kata Ruta.