Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin cepat. Berbeda dengan manusia yang membutuhkan istirahat, libur, dan waktu tidur, AI mampu bekerja selama 24 jam tanpa henti. Teknologi ini kini digunakan untuk menjawab pelanggan, membuat laporan, menganalisis data, menulis kode, hingga membantu proses produksi di berbagai industri.
- Istimewa
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar yang mulai dibahas oleh para ekonom, perusahaan teknologi, dan pekerja di seluruh dunia: jika AI bisa bekerja tanpa lelah, apakah manusia masih dibutuhkan di dunia kerja?
Berbagai laporan dari organisasi internasional, dikutip VIVA Sabtu, 20 Juni 2026, menunjukkan bahwa jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak". AI memang berpotensi menggantikan sebagian pekerjaan, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
AI Mulai Mengambil Tugas yang Bersifat Rutin
Pekerjaan yang paling rentan terdampak AI adalah pekerjaan dengan tugas berulang dan mudah diprediksi. Mulai dari entri data, administrasi dasar, layanan pelanggan sederhana, hingga pengolahan dokumen kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan AI.
Penelitian dari IMF menemukan bahwa wilayah dengan tingkat adopsi AI yang lebih tinggi cenderung mengalami penurunan lapangan kerja pada sektor tertentu, terutama pekerjaan layanan berkeahlian rendah dan beberapa pekerjaan tingkat menengah.
Hal ini menjelaskan mengapa banyak perusahaan mulai mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk tugas-tugas yang dapat diotomatisasi.
Namun AI Tidak Selalu Menggantikan Manusia
Meski sering dianggap sebagai ancaman, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa AI lebih sering bertindak sebagai alat pendukung daripada pengganti total pekerja manusia.
Laporan dari International Labour Organization (ILO) menyebut sebagian besar pekerjaan kemungkinan akan mengalami perubahan cara kerja, bukan hilang sepenuhnya. AI cenderung mengotomatisasi sebagian tugas dalam sebuah pekerjaan, sementara manusia tetap diperlukan untuk pengambilan keputusan, kreativitas, komunikasi, dan pengawasan.
Dalam studi lain terhadap ribuan agen layanan pelanggan, penggunaan AI mampu meningkatkan produktivitas pekerja sekitar 15 persen, terutama bagi pekerja yang masih relatif baru dalam pekerjaannya.
Muncul Profesi Baru yang Sebelumnya Tidak Ada





