Populer: PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir; OJK soal Review MSCI

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penjelasan PT PLN (Persero) mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Jumat (19/6).

Selain itu, respons Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kondisi pasar modal Indonesia juga tidak kalah menyita perhatian publik.

Berikut ini rangkuman selengkapnya:

PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa

PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Perusahaan menyebut terdapat dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan, sehingga tidak dapat beroperasi sementara dan berdampak pada kemampuan pasokan listrik sistem.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali dengan baik. Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

“Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” kata Gregorius dalam keterangannya, Jumat (19/6).

Gregorius memastikan PLN akan terus melakukan percepatan pemulihan juga mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain. Selain itu, PLN juga akan mengatur operasi sistem, tujuannya untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak kepada pelanggan.

OJK Buka Suara soal Review MSCI: Reformasi Transparansi Terus Berjalan

OJK buka suara terkait hasil review penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tetap mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. Penilaian tersebut berdasarkan laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis Kamis (18/6) waktu setempat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan hasil catatan tersebut merupakan arah reformasi pasar modal Indonesia untuk terus memperkuat kualitas transparansi dan identifikasi perdagangan terkoordinasi serta daya saing pasar.

“OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan,” ucap Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Hasan menjelaskan, dari lima segmen Market Accessibility yang mencakup 18 kriteria penilaian, hasil asesmen MSCI pada dasarnya masih sama seperti tahun sebelumnya. Perubahan hanya terjadi pada satu kriteria, yakni Information Flow di segmen Market Infrastructure.

Hasan menekankan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan penting untuk terus meningkatkan daya saing dan kredibilitas pasar modal Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Ziarah ke Makam Soekarno: Serap Nilai Pemimpin Bangsa
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Industri di Kota Cimahi Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Usai Dialog Tertutup, Mahasiswa Tunggu Komitmen DPR dan Pemerintah
• 23 jam laluokezone.com
thumb
174 Kasus Suspek Flu Singapura Ditemukan di Bandung Barat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendagri-Menteri PKP Teken SKB, Percepat Pembangunan 3 Juta Rumah
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.