Industri di Kota Cimahi Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pemadaman listrik bergilir di wilayah Bandung Raya akhir-akhir ini juga menghantam sektor industri di Kota Cimahi, Jawa Barat. Aktivitas produksi pabrik terhambat karena durasi pemadaman listrik yang cukup lama.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cimahi, Christina Sri Manunggal mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari perusahaan, pemadaman listrik bergilir sudah merembet sektor industri. Namun di waktu yang berbeda karena industri di Kota Cimahi tersebar di beberapa wilayah.

Baca Juga
  • Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
  • Pemadaman Listrik Bergilir Ganggu Aktivitas Warga dan Pelaku Usaha
  • Rutin Pemadaman Listrik, Pengelola Siapkan Mitigasi Gangguan Pelayanan di MPP Kota Cimahi

"Anggota Apindo di Cimahi itu ada 45 perusahaan, dan saya sudah tanya memang sudah ada industri yang terkena giliran pemadaman listrik ini," kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

Dirinya mengatakan, durasi waktu pemadaman listrik berkisar 1-3 jam. Kondisi itu jelas berdampak terhadap aktivitas produksi di perusahaan karena operasionalnya memang sangat bergantung terhadap energi listrik yang diproduksi Perusahaan Listrik Negara (PLN).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kalau listrik padam, berarti mesin juga mati dan pekerjaan juga terhenti. Padamnya itu beda-beda, ada yang 1 jam, 1,5 jam dan paling lama 3 jam," ucap Sri.

Akibatnya, produksi perusahaan melenceng dari target karena waktu terbuang selama pemadaman listrik. Apindo belum mengetahui nominal kerugian akibat pemadaman listrik secara bergantian yang mengganggu produksi perusahaan.

"Otomatis ya targetnya mundur, misalnya yang awalnya jam 7 udah beres ini jadinya enggak beres. Kerugiannya berapa, itu belum kami hitung," kata Sri.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Refly Harun: Dokter Tifa Kenakan Baju Tahanan Atas Kesadaran Sendiri
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Imigrasi Soekarno-Hatta Tunda Keberangkatan Tiga WNI yang Diduga Hendak Bekerja Ilegal ke Kamboja
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Amankan 2 Remaja Bawa Tembakau Sinte saat Patroli di Jakbar
• 9 jam laludetik.com
thumb
Moskow Terbakar! Ratusan Drone Ukraina Tembus Pertahanan Rusia, Kilang Raksasa Dekat Kremlin Meledak 
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Kala Banteng Merah Melawan Cap Partai Abu-abu
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.