VIVA – Amerika Serikat memastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua Grup D yang berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Sabtu 20 Juni 2026 dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membuat tim asuhan Mauricio Pochettino mengoleksi enam poin dan mengamankan tiket ke fase gugur.
Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui gol bunuh diri bek Australia, Cameron Burgess. Gol bermula dari umpan tarik Folarin Balogun yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Burgess sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri.
Unggul satu gol membuat Amerika Serikat semakin percaya diri mengendalikan permainan. The Stars and Stripes mendominasi jalannya pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, sementara Australia kesulitan mengembangkan permainan karena sering kehilangan bola di area tengah lapangan.
Amerika Serikat kemudian menggandakan keunggulan menjelang turun minum melalui Alex Freeman pada menit ke-45. Gol tersebut berawal dari situasi bola mati ketika Sergino Dest meneruskan umpan Antonee Robinson dengan tembakan keras yang sempat diblok.
Bola pantul melambung ke dalam kotak penalti dan disambut sundulan Freeman yang berhasil menaklukkan kiper Australia, Patrick Beach. Gol sempat diperiksa melalui Video Assistant Referee (VAR) karena dugaan offside, namun wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Memasuki babak kedua, pelatih Australia Tony Popovic melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk menarik keluar Burgess. Tim Socceroos berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Australia sempat mendapatkan peluang pada menit ke-61 melalui Cristian Volpato yang baru masuk dari bangku cadangan. Namun upayanya masih melebar dari sasaran. Setelah itu, Australia terus menekan pertahanan tuan rumah melalui serangan dari berbagai sisi lapangan.
Meski demikian, penyelesaian akhir menjadi kendala utama bagi Australia. Pertahanan disiplin Amerika Serikat mampu meredam berbagai upaya yang dibangun lawan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Mauricio Pochettino juga melakukan beberapa pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim dan mengurangi tekanan yang diberikan Australia. Strategi tersebut berjalan efektif hingga peluit panjang dibunyikan.





