1. Apa yang memicu pemadaman listrik di sejumlah daerah?
2. Daerah mana saja yang terdampak pemadaman listrik?
3. Bagaimana dampak pemadaman terhadap pendidikan dan pekerjaan?
4. Apa dampak pemadaman listrik bagi warga dan pelaku usaha?
5. Apa harapan masyarakat dan rekomendasi pengamat terkait pemadaman listrik?
Pemadaman listrik yang terjadi di beberapa daerah dalam sepekan terakhir dipicu oleh dua faktor utama. PT PLN (Persero) menyebut adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik. Untuk menjaga stabilitas sistem, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah.
Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Nurmalitasari dan Manajer Komunikasi PLN UID Jateng Prayudha Fasya Perdana menyatakan bahwa gangguan operasional pembangkit memaksa PLN melakukan pengaturan pasokan sambil mempercepat pemulihan pembangkit.
Namun, dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa PLN juga menghadapi potensi kekurangan pasokan batubara sekitar 20 juta metrik ton. Kondisi ini dipengaruhi rendahnya keuntungan penjualan batubara domestik dibandingkan ekspor.
Sementara itu, pengamat energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai persoalan utama bukan semata kekurangan batubara. Menurut dia, luasnya wilayah terdampak dan seringnya pemadaman lebih mengindikasikan lemahnya manajemen pemeliharaan pembangkit PLN.
Pemadaman listrik terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Di Jawa Barat, gangguan terjadi di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Cikarang, dan Cibarusah.
Di Jawa Tengah, pemadaman dilaporkan terjadi di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal; Girimarto, Kabupaten Wonogiri; Sokaraja, Kabupaten Banyumas; Tembalang, Kota Semarang; serta wilayah Kabupaten Magelang. Warga Sleman dan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga melaporkan gangguan serupa.
Jawa Timur turut terdampak. Di Surabaya, pemadaman bergilir terjadi sejak pertengahan Juni dan meluas ke Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, serta Pasuruan. Gangguan berlangsung dari satu jam hingga tiga jam.
Selain permukiman, kawasan industri juga terkena dampak. Sebanyak 51 pabrik di kawasan Surya Cipta, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, mengalami pemadaman sekitar tiga jam pada 11 Juni 2026 sehingga aktivitas produksi terganggu.
Dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Di Boja, Kabupaten Kendal, proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) terganggu karena sekolah tidak memiliki generator set atau genset.
Lutfia (37), guru madrasah tsanawiyah di Boja, mengatakan, pendaftaran siswa baru terpaksa ditunda karena listrik padam sejak pukul 10.00 WIB dan tak kunjung menyala hingga siang hari. Selain itu, pompa air sekolah juga tidak berfungsi.
Dampak juga dirasakan pekerja yang menjalani sistem bekerja dari rumah atau WFH. Yeni (33), manajer sumber daya manusia di perusahaan di Jakarta yang tinggal di Girimarto, Wonogiri, mengaku wawancara calon karyawan dan presentasi daringnya terganggu akibat listrik padam mendadak.
Di Surabaya, Jawa Timur, Budi Leksono (30), pegawai swasta di kawasan Basuki Rahmat, bahkan harus meninggalkan kantor dan bekerja di kafe yang masih memiliki listrik karena baterai laptopnya hampir habis sementara pekerjaan harus diselesaikan.
Warga mengeluhkan pemadaman karena terjadi tanpa pemberitahuan dan berlangsung hingga berjam-jam. Ratna (42), warga Cimenyan, Kabupaten Bandung, mengatakan, aktivitas memasaknya terganggu karena alat pemanas nasi tidak dapat digunakan.
Kerugian juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Agnes Tan (50), pelaku usaha bawang putih fermentasi di Tembalang, Kota Semarang, menyebut produksi sangat bergantung pada kestabilan listrik selama 24 jam. Ketika listrik padam, proses fermentasi dapat gagal sehingga kualitas produk menurun dan pengiriman kepada konsumen terlambat.
Sektor peternakan pun terdampak. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah Susilo menjelaskan, pada ayam usia 1-14 hari, lampu harus menyala untuk menjaga suhu kandang. Jika listrik padam, ayam akan bergerombol dan risiko kematian bisa mencapai 50 persen.
Selain itu, minimarket yang tidak memiliki genset terpaksa beroperasi dalam kondisi gelap. Asih (25), kasir minimarket di Semarang, mengatakan, transaksi nontunai tidak dapat dilakukan sehingga banyak konsumen membatalkan pembelian.
Mayoritas warga berharap PLN memberikan informasi lebih awal sebelum melakukan pemadaman. Banyak warga menilai pemberitahuan penting agar mereka dapat melakukan mitigasi, seperti mengisi daya perangkat elektronik atau menyiapkan genset.
Ilma Salsabila (28), warga Tembalang, Kota Semarang, bahkan membeli bohlam darurat dan menambah persediaan power bank karena khawatir pemadaman terus berulang. Sementara Ratna, warga Kabupaten Bandung, meminta PLN memberikan kompensasi jika pemadaman berlangsung lama dan merusak peralatan elektronik.
Dari sisi kebijakan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah telah membentuk tim khusus yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Minerba, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan pasokan batubara bagi PLN terjaga.
Adapun Fahmy Radhi, pengamat energi UGM, menekankan pentingnya perbaikan sistem pemeliharaan pembangkit dan optimalisasi sistem pemantauan digital agar gangguan dapat dideteksi lebih cepat sehingga pemadaman bergilir tidak terus berulang.





