Wamensos Sebut Sekolah Rakyat Bangkitkan Harapan Masyarakat Miskin

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi jutaan anak dari keluarga miskin untuk memperoleh akses pendidikan yang layak.

Menurut Agus, latar belakang pembangunan Sekolah Rakyat berangkat dari realitas sebagian besar keluarga miskin kesulitan menyekolahkan anak-anak mereka.

Berdasarkan data, lebih dari 76% orang tua menyatakan keterbatasan ekonomi menjadi penghambat utama akses pendidikan.

"Ketika Presiden membangun Sekolah Rakyat khusus untuk masyarakat miskin, harapan itu muncul kembali. Yang sebelumnya tidak punya kesempatan, kini bisa kembali bersekolah," ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).

Hal ini disampaikan dalam Talkshow Mahasiswa Berbicara bertajuk 'Bangun Persatuan Nasional Tegakkan Pasal 33 UUD 1945', di Mattea Social Space, Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (19/6).

Agus juga membagikan pengalaman langsung saat menemui masyarakat di berbagai daerah. Di Magelang, Agus bertemu seorang ibu yang telah kehilangan harapan untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA karena kondisi ekonomi. Kehadiran Sekolah Rakyat kemudian menghidupkan kembali harapan tersebut.

Sementara di Klaten, Agus menjumpai anak-anak yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Dalam kasus lain di Jakarta, terdapat siswa Sekolah Rakyat yang enggan pulang ke rumah saat libur sekolah karena khawatir memberatkan orang tua terkait makan sehari-hari.

"Masih ada sekitar empat juta anak yang membutuhkan akses pendidikan karena kemiskinan. Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan untuk masa depan mereka," tegas Agus.

Agus menambahkan program ini bukan sekadar kebijakan pendidikan, tetapi bagian dari upaya negara dalam memutus rantai kemiskinan struktural sekaligus menjalankan amanat konstitusi.

Dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 ditegaskan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, serta bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Menurut Agus, penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata dari upaya negara menghadirkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam pasal tersebut.

"Kita negara kaya, tetapi kekayaan itu belum dinikmati secara merata. Presiden hari ini sedang menjalankan amanat penderitaan rakyat dan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa," kata Agus.

Sementara itu, ekonom senior dan pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier menegaskan Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi landasan utama kebijakan negara.

"Negara harus memastikan bahwa kekayaan dan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat. Pendidikan menjadi kunci penting untuk menciptakan keadilan sosial," ujar Fuad.

Talkshow ini juga mendorong mahasiswa untuk turut mengawal kebijakan pro-rakyat, termasuk Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari upaya bersama menegakkan nilai-nilai konstitusi dan memperkuat persatuan nasional.




(prf/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Menolak, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Jalani Pemeriksaan Medis di RS Polri | BERUT
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Bobby Pastikan Driver Ojol di Sumut Bisa Berobat Gratis, Hanya Pakai KTP
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Dasco Telepon Nanik Deyang hingga Bahlil di Hadapan Mahasiswa Demonstran
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Uni Emirat Arab Jadi Negara Arab Pertama Batasi Medsos Anak di Bawah 15 Tahun
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Akhirnya Samba Berpesta, Gol Matheus Cunha dan Vinicius Junior Tumbangkan Haiti 3-0
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.