Iran Desak AS Cegah Israel Gagalkan Kesepakatan Damai Teheran-Washington

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Seorang ajudan senior Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan Amerika Serikat agar mencegah Israel mengganggu upaya perdamaian di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan terkait kesepahaman yang baru ditandatangani antara Teheran dan Washington.

Seyed Mehdi Tabatabaei, Wakil Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, menyatakan bahwa Israel merupakan hambatan utama bagi perdamaian dan stabilitas kawasan serta berpotensi menghalangi perkembangan kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat menjadi perjanjian final.

Dalam unggahan di platform media sosial X pada Jumat kemarin, Tabatabaei mengatakan pemerintah Iran meyakini Israel akan berupaya menggagalkan proses diplomatik yang sedang berlangsung.

“Musuh utama perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah adalah rezim pendudukan, dan mereka akan berusaha mencegah pemahaman antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berkembang menjadi sebuah kesepakatan,” tulisnya, seperti dilansir dari Anadolu, Sabtu, 20 Juni 2026.

Tabatabaei menegaskan Iran akan tetap memenuhi seluruh kewajibannya dalam nota kesepahaman yang ditandatangani secara elektronik pada Rabu oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun, ia mengingatkan bahwa Washington perlu memastikan tidak ada pihak ketiga yang menghambat proses perdamaian tersebut.

“Amerika Serikat harus sangat berhati-hati agar perdamaian tidak menjadi korban dari tindakan provokatif yang memang sudah menjadi sifat pihak ketiga,” katanya. Gencatan Senjata di Lebanon Pernyataan tersebut muncul ketika serangan Israel di Lebanon masih berlanjut meski nota kesepahaman antara Iran dan AS telah dicapai setelah proses negosiasi panjang yang berlangsung selama beberapa pekan hingga beberapa bulan.

Di sisi lain, seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada pukul 16.00 waktu setempat di Lebanon pada Jumat.

Sebelumnya di hari yang sama, sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangkaian serangan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon, menurut kantor berita resmi Lebanon.

Berdasarkan data resmi terbaru, operasi militer Israel di Lebanon yang dimulai pada 2 Maret telah menyebabkan 3.912 orang tewas, 11.873 lainnya terluka, serta memaksa lebih dari satu juta penduduk mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Perkembangan situasi di Lebanon dinilai menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi prospek implementasi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat serta upaya yang lebih luas untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata di Lebanon


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Refly Blak-blakan soal Kondisi Roy-Tifa, serta Alasan Tak Kenakan Rompi Tahanan
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Video: KSP Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cara Mengembangkan Karier untuk Kehidupan yang Lebih Baik
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Amalkan Doa Ajaran Nabi Muhammad SAW untuk Memohon Ampunan kepada Allah, Tertuang dalam Al Quran
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Dasco Langsung Telepon Menteri ESDM dan Kepala BGN Saat Audiensi Bareng Mahasiswa
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.