Maruarar Pastikan Bunga Rumah Subsidi Tak Naik Meski BI Rate Makin Tinggi

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bahwa suku bunga untuk rumah subsidi tidak akan mengalami kenaikan meski suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat ke level 5,75%. 

Mengutip Antara, Sabtu (20/6/2026), Maruarar mengatakan, pemerintah tetap mempertahankan suku bunga KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar 5% sehingga masyarakat dapat memperoleh rumah dengan cicilan yang terjangkau.

"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5% agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," ujar Maruarar.

Sementara itu, terkait rencana kebijakan kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP dengan tenor hingga 40 tahun, Maruarar menegaskan hal tersebut telah dibahas secara intensif dan dapat dijalankan sesuai dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku.

"Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan [CEO Danantara Rosan Roeslani] dan BP BUMN Pak Dony [Kepala BP BUMN Dony Oskaria]. Semua masih on the track dan ada beberapa isu yang kita persiapkan soal Meikarta tentunya dan hari Senin saya akan ke BPKP untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang ada," tutur Maruarar.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan perkembangan penyaluran FLPP tahun 2026. Dari target penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah, realisasi hingga saat ini telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36% dari target tahunan.

Baca Juga

  • Dilema Harga Rumah Subsidi di Tengah Lonjakan Material Konstruksi
  • Margin Penjualan Rumah Subsidi Kian Tiris Imbas Biaya Konstruksi Naik
  • Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Naik

Maruarar menghadiri rapat bersama Danantara Indonesia guna membahas dukungan strategis terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat tersebut, para peserta juga membahas pendataan inventaris rumah susun yang dimiliki oleh BUMN sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset negara untuk mendukung penyediaan hunian masyarakat.

Selain itu, Program Gentengisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat juga memperoleh dukungan dari sektor perbankan, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian, juga dibahas perkembangan penyelesaian rumah susun Meikarta. Pemerintah bersama Danantara Indonesia membahas sejumlah langkah strategis, mulai dari proses serah terima hibah, percepatan due diligence terhadap legalitas tanah yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Danantara hingga penentuan BUMN yang akan ditugaskan untuk melaksanakan proyek tersebut.

Selain itu, dibahas pula skema penetapan harga jual per unit rumah agar proses sosialisasi kepada masyarakat dapat segera dilakukan secara optimal.

Rapat juga membahas penyusunan Instruksi Presiden (Inpres) yang diinisiasi oleh Danantara sebagai salah satu instrumen percepatan penyelesaian berbagai isu strategis di sektor perumahan dan kawasan permukiman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seniman Filipina Ukir Potret Lionel Messi di Pasir Pantai, Hasilnya Memukau | BERITA UTAMA
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Empat Kerabat Termasuk Adik Brigadir Rizka Terlibat Kasus Pembunuhan Brigadir Esco, Divonis 8 Bulan 7 Hari
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Penemuan Dua Jasad Pria di Selokan Gegerkan Warga Kota Bekasi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Gadungan Culik Penghuni Kos di Semarang, Rampas Motor dan Ponsel
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Dorong Akademi Olahraga, Bina Calon Atlet Sejak Usia 8 Tahun
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.