Siasat Licik Komisaris Perusahaan IT di Menteng: Coba Bunuh Dirut dengan Alibi Perampokan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus perampokan di sebuah rumah wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/6/2026) ternyata tak pernah terjadi.

Peristiwa yang awalnya disebut terjadi pencurian emas seberat total 500 gram itu ternyata mengarah pada dugaan percobaan pembunuhan terhadap direktur utama (dirut) sebuah perusahaan teknologi informasi (IT), Muhamad Haikal Azhari atau MHA (30).

Polisi mengungkap perempuan berinisial UPS (31), yang sebelumnya berstatus saksi dalam kasus tersebut, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Petaka Kabel Menjuntai di Jaksel, Mengantar Maut bagi Siswi SMAN 6 Jakarta

Korban dan pelaku diketahui merupakan rekan kerja di perusahaan yang bergerak di bidang IT. MHA menjabat sebagai direktur utama, sedangkan UPS merupakan komisaris perusahaan tersebut.

Awal Mula Kecurigaan Polisi

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kasus ini bermula dari laporan yang diterima Polsek Metro Menteng pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, UPS mengaku ada dua orang masuk ke rumahnya melalui rooftop dan menyekap MHA. Menurut keterangan awal tersebut, kedua pelaku membawa kabur emas batangan seberat 200 gram dan perhiasan emas sekitar 300 gram sebelum melukai korban.

Namun, dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sejumlah ketidaksesuaian antara keterangan UPS, barang bukti, dan hasil pemeriksaan saksi lainnya.

Salah satu hal yang memicu kecurigaan penyidik adalah adanya jeda waktu yang cukup lama antara waktu kejadian dan laporan yang diterima polisi.

"Sedangkan satu jam itu korban tidak menghubungi orang lain, tidak berteriak minta tolong dengan tetangga atau security, tidak memanggil paramedik untuk menolong korban," kata Roby dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Dia menjelaskan, peristiwa yang menyebabkan MHA mengalami luka cukup parah tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 11.30 WIB hingga 12.30 WIB. Sementara itu, laporan baru diterima polisi sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca juga: 4 Kelompok Mahasiswa Satu Barisan Demo di DPR, Wakil Ketua DPR Akhirnya Keluar Temui Massa

Perampokan dan Emas 500 Gram Diduga Hanya Alibi

Kecurigaan tersebut semakin menguat seiring berjalannya proses penyelidikan.

Dari hasil pendalaman, penyidik menyimpulkan bahwa cerita mengenai dua pelaku perampokan yang masuk ke rumah tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

Roby juga mengatakan bahwa dugaan perampokan dan pencurian emas yang sebelumnya dilaporkan tidak terbukti dalam penyelidikan.

"Jadi, orang yang disampaikan mencuri, berikut barang curian, maupun peristiwa pencuriannya itu, kami duga palsu. Hanya alibi untuk mengaburkan kejadian yang sesungguhnya," ujar Roby.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Polisi memastikan tidak ada dua pelaku perampokan sebagaimana keterangan yang disampaikan UPS pada awal penyelidikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tio Pakusadewo Spill Jumlah Donasi yang Terkumpul, Ngotot Tetap Mau Kerja di Atas Kursi Roda
• 20 jam lalugrid.id
thumb
QRIS Antarnegara dan Strategi Diversifikasi Mata Uang
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menpora Sebut Presiden Prabowo Dukung Penuh Naturalisasi Pemain Timnas
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Roy Suryo Ditangkap, Kuasa Hukum Merasa Profesinya sebagai Advokat Dikerdilkan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan Jin Ki-joo Kerap Berteriak saat Jadi Im Han-rim di "Teach You A Lesson"
• 18 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.