RI Bertahan di Emerging Market, Airlangga: Fundamental Ekonomi dan Pasar Kuat

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta:Pemerintah meyakini indeks pasar Indonesia akan tetap bertahan di kategori pasar negara berkembang (emerging market). Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai respons adanya laporan penyedia indeks global MSCI Inc.

Dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, MSCI menempatkan Indonesia tetap dalam kategori emerging market. Dalam laporan itu, terdapat satu penyesuaian penilaian bagi Indonesia, yakni pada kriteria Information Flow (arus informasi) dari semula “+” menjadi “?”.

Pemerintah memandang catatan ini sebagai penegasan atas arah agenda reformasi pasar modal yang telah dan sedang berjalan.

“Catatan MSCI justru menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Yang menjadi perhatian adalah aspek transparansi dan integritas pasar, dan di sinilah,” kata Airlangga dilansir dari Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.

“Pemerintah bersama OJK dan BEI telah dan terus melakukan reformasi secara konkret, mulai dari penyesuaian free float, keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar. Kami optimistis Indonesia tetap berada pada jalur emerging market, dan Pemerintah berkomitmen menuntaskan agenda reformasi ini untuk menjaga kepercayaan investor,” tambahnya.

MSCI menggarisbawahi bahwa akses, ukuran dan likuiditas pasar Indonesia tetap dinilai memadai, dan tidak terdapat isu pembatasan kepemilikan asing yang menjadi sorotan pada tinjauan tahun ini.

Ruang perbaikan yang disoroti berfokus pada peningkatan kualitas keterbukaan struktur kepemilikan saham dan penguatan integritas pembentukan harga, area yang justru tengah menjadi prioritas reformasi pemerintah bersama otoritas.

Catatan atas penyediaan informasi pasar dalam bahasa Inggris pun siap dioptimalkan guna meningkatkan kemudahan akses bagi investor global.

Secara agregat, MSCI menyatakan bahwa pada siklus tahun ini terdapat lebih banyak perbaikan dibandingkan penurunan penilaian di kelompok emerging markets.

Penyesuaian penilaian aksesibilitas pasar pada 2026 hanya dialami oleh Indonesia dan Turki. Penting digarisbawahi bahwa penyesuaian ini tidak mengubah status Indonesia sebagai pasar negara berkembang.

Keputusan klasifikasi pasar secara resmi akan diumumkan MSCI melalui Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026.

Baca Juga :

Tanggapi MSCI, OJK Pastikan Transparansi Pasar Modal RI
 


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Penguatan transparansi dan integritas pasar Lebih lanjut, pemerintah bersama otoritas terkait menempatkan penguatan transparansi dan integritas pasar sebagai prioritas.

Catatan MSCI sejalan dengan arah reformasi yang tengah diakselerasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta didukung sinergi kebijakan lintas otoritas.

Sejumlah langkah komitmen Pemerintah dan OJK untuk mendukung pasar modal antara lain mencakup, pertama, kebijakan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen untuk meningkatkan likuiditas pasar, (sudah berlaku efektif Maret 2026, pemenuhan bertahap).

Kedua, transparansi pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) melalui pengembangan sistem dan keterbukaan kepemilikan (sudah berjalan, terus diperkuat). Ketiga, keterbukaan nama pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen (sudah berlaku, publikasi rutin sejak Maret 2026).

Keempat, akselerasi demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia/BEI (dalam proses). Kelima, pendalaman pasar terintegrasi melalui peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi menjadi 20 persen dengan fokus saham LQ45.

Keenam, penguatan penegakan aturan dan sanksi. Ketujuh, perbaikan tata kelola perusahaan emiten (corporate governance). Kedelapan, penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.

Airlangga menerangkan langkah-langkah tersebut diperkuat oleh fondasi makroekonomi yang terjaga. Stabilitas nilai tukar, inflasi yang terkendali, serta bauran kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati menjadi jangkar kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

"Pemerintah meyakini kombinasi reformasi struktural pasar modal dan stabilitas makroekonomi akan terus memperkuat daya tarik dan kredibilitas pasar Indonesia di mata investor institusi global," ujarnya. Upaya menjaga kepercayaan pasar Sementara dari sisi sektor eksternal, pemerintah bersama Bank Indonesia terus menjaga kepercayaan pasar melalui bauran kebijakan yang terukur, antara lain penyesuaian suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026, penguatan stabilitas dan pendalaman pasar valuta asing, pengelolaan pembiayaan yang prudent termasuk penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi valuta asing, serta penguatan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga kecukupan likuiditas.

Kombinasi langkah ini menjadi penyangga ketahanan sektor eksternal sekaligus menopang kepercayaan investor di tengah dinamika global.

Lebih lanjut, Pemerintah mengimbau pelaku pasar untuk tetap tenang dan menyikapi hasil reviu ini secara proporsional.

"Pemerintah terus berkoordinasi dengan MSCI dan komunitas investor global, serta memastikan agenda reformasi berjalan konsisten menjelang pengumuman klasifikasi pada 23 Juni 2026 dan siklus peninjauan berikutnya," jelas Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ganti Oli Mesin Patokannya Kilometer atau Hitungan Bulan?
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Doa hingga Tabur Bunga
• 6 jam laludetik.com
thumb
Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Lansia di Jepara Ludes Terbakar
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Olahraga Pagi vs Sore Hari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak dan Bikin Langsing?
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.