Menakar Dampak Ekonomi Usai AS-Iran Sepakat Damai, DPR Sorot Peluang Harga BBM Turun dan Nilai Tukar Menguat

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenew.com - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan konflik di Timur Tengah, dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin menilai stabilitas kawasan akan berpengaruh langsung terhadap kelancaran perdagangan global, harga energi, serta penguatan nilai tukar rupiah.

“Indonesia jelas akan mendapatkan dampak positif. Aktivitas impor dan ekspor yang menjadi salah satu fondasi ekonomi nasional dapat kembali berjalan lebih lancar,” ujar Nurul Arifin dilansir Sabtu (19/6/2026).

Menurutnya, meredanya ketegangan AS dan Iran akan membuka peluang terciptanya stabilitas ekonomi global setelah berbulan-bulan konflik tersebut memicu ketidakpastian pasar internasional. Salah satu dampak yang paling signifikan adalah kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz .

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai, kelancaran distribusi energi lewat Selat Hormuz akan membantu menekan gejolak harga minyak dunia yang selama ini jadi faktor pemicu ketidakstabilan global.

Di Indonesia sendiri, ketegangan tersebut memicu naiknya Harga bahan bakar minyak (BBM) hingga melemahnya nilai tukar.

“Paling tidak Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Ini tentu positif bagi iklim politik dan ekonomi global karena distribusi energi dunia menjadi lebih lancar,” katanya.

Kemudian, Nurul menambahkan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah juga berpotensi menjaga nilai tukar dolar AS. Hal ini akan memberikan ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah yang sebelumnya sangat tertekan. 

“Jika situasi di sana stabil, maka harga minyak berpotensi turun, nilai tukar dolar lebih stabil, dan rupiah juga bisa semakin menguat. Jadi, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang berkonflik, tetapi juga negara lain termasuk Indonesia,” jelasnya.

Harapannya, membaiknya kondisi ekonomi global juga akan turut membantu mengurangi tekanan ekonomi yang selama ini dirasakan banyak negara.

Hal itu adalah bukti bahwa gejolak ekonomi seringkali berimbas pada kondisi sosial dan politik di dalam negeri.

“Penguatan ekonomi ini juga diharapkan mampu mereduksi berbagai gejolak yang muncul akibat tekanan ekonomi global. Banyak persoalan politik yang berawal dari tekanan ekonomi, sehingga ketika ekonomi membaik maka stabilitas nasional juga akan lebih terjaga,” ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Fakta Perkara Wanita Berujung Duel Maut Remaja di Jakut
• 21 jam laludetik.com
thumb
Pria di Jakbar Berulang Kali Ngutil di Minimarket, Hasil Curian Dijual Lagi
• 15 jam laludetik.com
thumb
Tak Puas dengan Putusan PT Denpasar, Togar Situmorang Ajukan Kasasi ke MA
• 10 jam laludisway.id
thumb
Angkasa Pura Targetkan Pengembangan Empat Bandara di 2026, Termasuk Ngurah Rai dan Soetta
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Sempat Melonjak, Harga Cabai Kini Turun
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.