Antusiasme Global Sambut Konferensi S-LCA 2026 di Indonesia

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

The 10th International Conference on Social Life Cycle Assessment (Konferensi S-LCA 2026) memantik antusias lebih dari 160 abstrak dari 30 negara lebih. Partisipasi ini tidak hanya datang dari Asia melainkan pula Afrika, Eropa, Amerika hingga Oseania.

Kehadiran konferensi ini di Indonesia diharapkan dapat mempererat diskusi mengenai keberlanjutan sosial dan penilaian dampak sosial di negara-negara berkembang. 

Jessica Hanafi, PhD selaku Conference Chair S-LCA 2026 menegaskan, tujuan dari konferensi ini yakni untuk mengembangkan standar sosial yang relevan bagi berbagai sektor.

“Dan juga menekankan pentingnya menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta pentingnya kolaborasi untuk mendorong perubahan sistemik dalam ekosistem,” tuturnya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (20/6).

Ia menekankan pula, S-LCA 2026 juga merupakan kesempatan berharga untuk dapat memberikan perspektif tambahan dalam pengembangan standar internasional. Salah satunya adalah ISO 14075 agar lebih mencerminkan keragaman konteks di berbagai negara. 

S-LCA 2026 bertempat di JAPFA The Learning Centre (JTLC), Megamendung, Bogor, Jawa Barat pada 17–19 Juni 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 16 Juni 2026. Acara ini dikelola Life Cycle Indonesia (LCI) bersama JAPFA sebagai co-organizer. 

Konferensi ke-10 ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya konferensi S-LCA diadakan di kawasan Asia-Pasifik, setelah sebelumnya selalu dilaksanakan di wilayah Eropa dan Amerika sejak diadakan pada 2010.

S-LCA 2026 tercatat sebagai konferensi S-LCA terbesar sampai saat ini dengan jumlah peserta lebih dari 400 orang yang terdiri dari 55 persen yang berasal dari industri, 36 persen akademisi, dan sisanya dari pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dari 25 negara. Konferensi ini menjadi ekosistem yang ideal untuk mengubah konsep, metodologi, dan data menjadi aksi praktis bagi korporasi.

Mengangkat tema “Unity in Diversity”, S-LCA 2026 menjadi wadah untuk berdialog dan memperluas jejaring, serta mendiskusikan bagaimana metodologi penilaian keberlanjutan dapat berjalan secara harmonis. Tentu dengan mempertimbangkan suara dari Global South, termasuk dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika.

Konferensi internasional ini akan dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Rachmat Pambudy. Ia akan memaparkan signifikansi titik temu krusial di antara data ilmiah yang kuat dan kebijakan strategis nasional. 

S-LCA 2026 menghadirkan 20 sesi beragam yang mencakup aplikasi lebih dari 10 sektor. Konferensi ini diharapkan menghasilkan masukan untuk pengembangan standar Social LCA sektoral. 

Adapun, sebagai co-organizer, keterlibatan JAPFA mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan. 

Melalui kegiatan operasional yang mencakup sektor peternakan, produksi pangan, dan pengembangan masyarakat, JAPFA menyadari pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan sosial ke dalam pengambilan keputusan bisnis, manajemen rantai pasok, serta pelibatan pemangku kepentingan.

Peran dalam penyelenggaraan S-LCA 2026 juga sejalan dengan upaya JAPFA untuk mendorong kolaborasi lintas sektor antara dunia industri, akademisi, pembuat kebijakan, dan organisasi internasional dalam memajukan praktik keberlanjutan yang lebih inklusif serta bertanggung jawab. 

Di sisi lain, LCI, yang juga menjadi pengelola acara, selama 11 tahun mengembangkan berbagai standar, metodologi, dan solusi praktis agar dapat diimplementasikan industri.

Melalui kerja sama erat dengan akademisi, pemerintah, dan industri, LCI bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan kerangka teori dan menerjemahkannya ke dalam aplikasi nyata.

LCI berharap konferensi ini dapat menjadi alat praktis bagi industri dan pembuat kebijakan dalam memberikan masukan penting bagi pengembangan kebijakan di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Neymar absen pada laga kontra Haiti di Piala Dunia 2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Emas Turun 3 Pekan Beruntun, Hawkish The Fed Jadi Tekanan Utama
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Potret Perang Saudara Guncang Bandara Ibu Kota, 11 Tentara Tewas
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gapembi Bantah Tolak MBG Disetop saat Libur: Tak Dikomunikasikan ke Mitra
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Maling Motor Berkedok COD Babak Belur Dihakimi Massa di Pasuruan
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.