Pakar Udah Ingatkan Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimalnya Segini

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menyimpan uang di rekening bank tetap menjadi pilihan utama beberapa orang karena sifatnya yang likuid dan mudah diakses. Dana yang siap pakai sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi, terutama saat menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Namun, menaruh terlalu banyak dana di satu tempat saja bisa berisiko, seperti potensi penipuan atau kesalahan transaksi. Selain itu, nilai uang tersebut juga terancam tergerus oleh inflasi jika hanya didiamkan dalam jangka panjang tanpa adanya pembagian ke instrumen lain.

Lantas, berapa nilai yang aman disimpan di rekening bank?


Para perencana keuangan umumnya menyarankan agar dana yang tersimpan di rekening cukup untuk memenuhi kebutuhan atau membayar tagihan selama satu bulan.

"Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika kartu Anda dibobol, ucap Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, dilansir CNBC Make It, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Baca: Memulihkan Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG
Simpan di Instrumen yang Lebih Produktif

Karena itu, menimbun uang tunai dalam jumlah besar di rekening bukanlah langkah yang bijak. Bahkan, menurut Gregory Guenther, cukup simpan dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja di rekening, sementara sisanya bisa dialokasikan ke instrumen yang lebih produktif.

"Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap gesekan; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan pertumbuhan dalam akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Titik yang tepat bersifat pribadi, tetapi itu akan membuat Anda hidup tanpa harus memeriksa ulang saldo Anda sebelum membeli bahan makanan," tegas Gregory.

Siapkan Tabungan Darurat

Perlu diingat, menyimpan sejumlah uang di rekening untuk kebutuhan sehari-hari berbeda dengan dana darurat.

Tabungan darurat dimaksudkan untuk pengeluaran besar yang tak terduga, seperti tagihan medis atau kehilangan pekerjaan.

Perencana keuangan biasanya menyarankan untuk menyisihkan tabungan darurat yang nilainya setara tiga hingga enam bulan di tempat terpisah yang mudah diakses, seperti rekening tabungan berbunga tinggi. Dengan begitu, uang tersedia saat Anda membutuhkannya kapanpun dan tanpa risiko.

Baca: Diam-Diam Ada yang 700 Kali Lebih Kaya dari Elon Musk, Bukan Raja!


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Kepercayaan Investor Tinggi, Minat Global Bond Danantara Tembus Rp 18T

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Driver Ojol Histeris Saat Motor Diderek, Begini Penjelasan Dishub DKI
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Popiuler Ekonomi: Dampak Pembatasan Pembelian Dolar AS hingga Transparansi Pasar Modal RI
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Unair Kaji Sanksi Sejoli Mahasiswa Asusila di Kampus, Bakal Panggil Orang Tua
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Bung Karno Festival 2026 Digelar di Taman Proklamasi, Dihadiri Megawati dan Pramono
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.