Pantau - Goa Beloyot di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur, menjadi salah satu situs prasejarah penting yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba berusia sekitar 40.000 tahun dan kini menjadi bagian dari upaya menuju pengakuan Geopark Nasional hingga UNESCO.
Kawasan karst seluas lebih dari 1,8 juta hektare yang membentang di Kabupaten Kutai Timur dan Berau itu menyimpan kekayaan geologi, sejarah, dan budaya yang dinilai memiliki nilai penting bagi pelestarian serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggandeng berbagai pihak, mulai dari akademisi Universitas Mulawarman, pelaku usaha, komunitas konservasi, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, hingga Pusat Kajian IKN untuk memperkuat pengelolaan kawasan tersebut.
"Dukungan pemerintah daerah, masyarakat, ilmuwan, dan pengusaha adalah fondasi utama dalam mewujudkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat," ujar Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Pemprov Kaltim Siti Fahri Syahliana.
Lukisan Purba Jadi Saksi Kehidupan Manusia AwalPerjalanan menuju Goa Beloyot dimulai dari Kampung Merabu dengan menempuh jalur alami selama sekitar dua jam melewati hutan tropis, sungai kecil, dan medan yang licin.
Pemandu lokal Rahman menjelaskan pengunjung perlu menggunakan perlengkapan khusus seperti sepatu takul dan jas hujan karena kondisi jalur yang menantang.
Setelah memasuki lorong sempit dan gelap di dalam goa, pengunjung akan tiba di ruang utama yang luas dan menjadi lokasi berbagai lukisan prasejarah.
Di dinding goa terdapat gambar telapak tangan berwarna merah, sosok manusia yang sedang berburu menggunakan tombak, serta berbagai satwa seperti babi hutan, kura-kura, dan kepiting.
Penelitian menunjukkan lukisan tersebut berasal dari sekitar 40.000 tahun lalu dan menjadi salah satu bukti keberadaan manusia purba di Asia Tenggara.
Geopark Dorong Pelestarian dan Ekonomi WargaPemprov Kalimantan Timur menilai konsep geopark tidak hanya berfokus pada wisata alam, tetapi juga menggabungkan pelestarian lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keberadaan Goa Beloyot dan berbagai situs lain di Karst Sangkulirang-Mangkalihat diharapkan mampu menarik penelitian ilmiah, wisata edukasi, serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Kawasan ini juga menjadi bukti bahwa kekayaan alam dan budaya dapat dikelola secara berkelanjutan tanpa mengabaikan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Pengembangan geopark tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Sangkulirang-Mangkalihat sebagai salah satu kawasan warisan alam dan budaya terpenting di Indonesia.




