BOGOR, KOMPAS.com - Suasana rindang pepohonan dan bangunan bambu menambah kesejukan dalam kegiatan mencanting di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena berlangsung di ruang terbuka dengan iringan alunan musik tradisional Sunda, di antaranya suling dan angklung.
Bagi Yuni (63), warga asal Sidoarjo, Jawa Timur, pengalaman mencanting di alam terbuka menjadi momen pertamanya.
Baca juga: PLN Buka Suara soal Siswi SMAN 6 Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, Siap Dukung Investigasi
Ia datang bersama suaminya, Setiadi (74), saat sedang berkunjung ke Bogor untuk menemui anak mereka yang tinggal di kota tersebut.
Yuni mengaku memilih mengisi waktunya dengan mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mendapatkan pengalaman baru, bukan sekadar berwisata.
"Ya rasanya tuh senang gitu loh, daripada cuman jalan-jalan gitu, 'oh rasanya membatik tuh begini' Kita harus melestarikan batik juga kan," kata Yuni saat ditemui Kompas.com di Kebun Raya Bogor, Sabtu.
"Oh ternyata kalau memang bener-bener mau belajar tuh sebenarnya bisa. Secara perlahan, perlahan, karena ternyata bisa gitu loh. Walaupun untuk pertama juga masih jelek," sambung dia sambil tertawa.
Yuni menambahkan, membatik dengan suasana alam terbuka membuatnya senang sekaligus beristirahat dari polusi kendaraan di jalan.
Kendati demikian, ia mengaku sempat mengalami kesulitan saat memegang canting, terutama ketika mengisi warna pada motif Wayang Cepot, karena ini merupakan pengalaman pertamanya.
"Senang. Tanpa polusi udara, kita enggak cuman sekadar jalan-jalan, tapi ada manfaatnya, mungkin sambil istirahat juga kan," katanya.
Baca juga: Pemuda yang Tewas di Selokan Bekasi Diduga Terlibat Tawuran
Yuni juga berencana mengenalkan pengalaman tersebut kepada cucunya sebagai bentuk edukasi budaya..
"Yang cucu, yang SD, gitu. Anak-anak SMP tuh juga sebenarnya harus mempelajari budaya. Terutama budaya batik yang sudah dari sejak zaman dulu," ujar dia.
Sementara itu, Setiadi mengaku memberikan dukungan penuh kepada istrinya yang mengikuti kegiatan membatik tersebut.
"Saya lihatin aja, saya support aja. Kalau saya sih kayaknya cuma senang menikmati seni aja," ungkap Setiadi, Sabtu.
Setiadi juga mengenang pengalamannya berkunjung ke Kebun Raya Bogor sekitar 50 tahun lalu saat masih bersekolah di Jakarta dengan menggunakan sepeda.





