Spesies Baru Rhododendron Berbunga Oranye Ditemukan di Sulawesi

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Tim peneliti gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional dan sejumlah lembaga lain menemukan spesies baru tanaman hias dari genus Rhododendron subgenus Vireya. Tanaman yang berasal dari Sulawesi Tengah ini berbunga oranye atau jingga cerah diberi nama Rhododendron yombuwurii Hutabarat, Bandjolu, dan Zulfadli.

Hasil penemuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional, Taiwania, Volume 71 Nomor 2 Tahun 2026 dengan judul “"Rhododendron yombuwurii (Ericaceae), a new orange-flowered species of subgenus Vireya from Central Sulawesi, Indonesia".

Selain BRIN, penelitian tersebut dilakukan bersama lembaga lain, seperti Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Perkumpulan Konservasi Membumi, Lentera Matia Ndano, Universitas Lampung, dan Universitas Hasanuddin.

Baca JugaSpesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Thailand
Baca JugaKeanekaragaman Hayati Memaksimalkan Manfaat Alam bagi Kesehatan Mental

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prima Wahyu Kusuma Hutabarat dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/6/2026) mengatakan, Rhododendron yombuwueii punya karakteristik khas berupa semak epifit ramping. Tanaman ini memiliki bunga dengan bentuk corong sempit berwarna oranye atau jingga cerah. Biasanya tumbuhan di semak-tegak atau horizontal.

Bunga (Rhododendron yombuwurii) berwarna jingga cerah, berbeda dengan Rhododendron celebicum yang bunganya berukuran besar dan berwarna merah muda hingga merah.

Secara kekerabatan morfologi, tanaman ini paling dekat dengan spesies R celebicum. Namun, R yombuwurii memiliki perbedaan yang cukup nyata, antara lain, ukuran daun yang lebih kecil, susunan bunga yang semi-tegak bukan menggantung, serta ukuran bunga yang lebih kecil.

“Bunga (R yombuwurii) berwarna jingga cerah, berbeda dengan Rhododendron celebicum yang bunganya berukuran besar dan berwarna merah muda hingga merah,” kata Prima.

Sebelum teridentifikasi, spesies R yombuwurii pertama kali dijumpai sebagai tanaman hidup yang dipelihara di sekitar kawasan wisata Air Terjun Saluopa, Tenten, Sulawesi Tengah pada 2023. Penelusuran lebih lanjut kemudian dilakukan hingga diketahui tanaman tersebut aslinya berasal dari hutan pegunungan di Pegunungan Tokorondo pada ketinggian 1.000-1.800 meter di atas permukaan laut.

Identifikasi

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri yang juga terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan, pengamatan fisik tanaman tidak hanya dilakukan lewat konvensional, melainkan juga dengan teknologi mutakhir. Itu dilakukan untuk memperkuat penentuan status taksonomi dari tanaman tersebut.

Analisis pencitraan struktur mikroskopis daun dilakukan menggunakan Focused Ion Beam Scanning Electron Microscope (FIB-SEM) Aquiolos 2 di laboratorium genomik BRIN. Analisis tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi bentuk sisik yang spesifik pada daun.

Baca JugaFlora dan Fauna Pulau Wawonii Terancam Tambang Nikel
Baca JugaZona Wallacea, Masa Depan Pariwisata Indonesia

Selain itu, Rifqi menambahkan, pendekatan integratif berbasis analisis DNA molekuler pada wilayah Internal Transcribed Spacer (ITS) ribosomal nukleus turut dilakukan untuk memastikan garis keturunan dari tanaman Rhododendron. Terkait dengan nama, yombuwurii dipilih sebagai bentuk penghormatan pada mendiang Pendeta Yombu Wuri.

“Pendeta Yombu Wuri merupakan seorang tokoh agama dan adat dari Suku Pamona yang dikenal sangat gigih dalam menyuarakan pelestarian dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Poso,” katanya.

Secara ekologis, wilayah Pegunungan Tokorondo yang menjadi tempat asal spesies R yombuwurii memiliki potensi biodiversitas yang sangat tinggi. Namun, secara historis, wilayah ini masih minim dieksplorasi karena keterbatasan akses.

Berdasarkan kajian konservasi awal dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies baru ini dikategorikan ke dalam status data deicient atau kekurangan data. Hal itu disebabkan karena populasinya belum pernah diobservasi secara langsung di habitat asli di dalam hutan interior sehingga survei lapangan sistematis di masa mendatang masih diperlukan.

Rifqi menyampaikan, penemuan R yombuwurii menjadi bukti nyata bahwa hutan-hutan pegunungan di Sulawesi masih menyimpan kekayaan flora yang belum terungkap sepenuhnya oleh dunia ilmu pengetahuan. Karena itu, eksplorasi taksonomi dan penelitian biodiversitas diperlukan guna mendukung pendataan, perlindungan, serta pemanfaatan flora endemik nasional yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Didesak untuk Evaluasi Bahlil Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kecelakaan 3 Pengendara Motor Berboncengan Tewas Tertabrak Kereta Api di Kebumen
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Surabaya Fashion Festival 2026 Digelar di Tunjungan, Sejumlah Ruas Jalan Dialihkan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Indonesia Masuk Tren Lansia, Kemenko PMK Siapkan Ruang Pemberdayaan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Ungkap Kejanggalan Perampokan Emas 500 Gram di Menteng: Hanya Alibi
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.