Jejak Kecurangan Pelari FM JAKIM 2026: Tiba-tiba Muncul di Km 40, Berakhir Didiskualifikasi

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan peserta Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 kategori Full Marathon didiskualifikasi usai ketahuan melakukan kecurangan dalam ajang lari maraton tersebut, Minggu (14/6/2026).

Hal tersebut membuat sejumlah atribut finisher yang diberikan kepada perempuan tersebut ditarik oleh panitia.

Dicurigai

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @wahidsyah yang merasa curiga terhadap pelari perempuan tersebut.

Baca juga: Orang Membatik Itu Orang Hebat Kekaguman Lansia saat Mencanting di Kebun Raya Bogor

Dalam unggahannya, ia menduga perempuan itu tiba-tiba muncul di sekitar kilometer (KM) 40 menjelang garis finis.

Kecurigaannya ternyata benar setelah menelusuri data peserta melalui aplikasi pencatatan hasil lomba.

Dari hasil pengecekan tersebut, pelari perempuan itu tidak terdeteksi melewati sejumlah titik pencatatan waktu (split time) sejak awal perlombaan.

Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan oleh komunitas lari dan warganet.

Sejumlah pihak mempertanyakan validitas hasil lomba peserta tersebut serta meminta panitia melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lakukan verifikasi dan mendiskualifikasi

Menanggapi laporan tersebut, panitia melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap data peserta yang bersangkutan.

Baca juga: Sempat Dijadwalkan Hari Ini, Pengangkutan Aset Hotel Sultan Diundur hingga 22 Juni

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lomba yang berlaku, sehingga panitia mendiskualifikasi yang bersangkutan.

"Peserta tersebut dinyatakan melanggar ketentuan lomba sehingga telah didiskualifikasi (DQ) dari BTN Jakarta International Marathon 2026," ujar Marketing Communication Manager IMRR, Afria Susanti, dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2026).

Afria menegaskan, penyelenggara berkomitmen menjaga sportifitas dan integritas kompetisi dalam setiap pelaksanaan BTN Jakarta International Marathon.

Ia menyampaikan, setiap dugaan pelanggaran akan ditindaklanjuti dan dievaluasi sesuai prosedur yang berlaku guna memastikan seluruh peserta berkompetisi secara adil.

"BTN Jakarta International Marathon menjunjung tinggi prinsip sportifitas dan integritas kompetisi," kata Afria.

Usai mendiskualifikasi, panitia juga menarik atribut yang diberikan kepada perempuan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Berkali-kali Mati Listrik di Bekasi: Pedagang Menghitung Rugi, Pekerja Menahan Resah

"Panitia juga telah menghubungi peserta yang bersangkutan untuk proses pengembalian medali dan jersey finisher," ujar Afria.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JAPFA Tampilkan Peran Life Cycle Assessment dalam Keuangan Berkelanjutan, Intip Yuk Beauty!
• 2 jam laluherstory.co.id
thumb
Jadwal Piala Dunia 2026, Minggu 21 Juni: Belanda Tertekan, Spanyol Wajib Menang
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Jadi Rekrutan Baru Real Madrid, tapi Pernah Bela Barcelona, Cucurella: Saya Tidak Ragu
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imigrasi deportasi 3 WNA Tiongkok yang manipulasi data untuk visa
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kolaborasi RACH? Bikin Geger, Ada Menu Spesial dan Event Bareng Fans
• 16 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.