Lombok Tengah (ANTARA) - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
"Kami di MGPA bekerja sama dengan PRIDE Motorsport dan IMI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series di antaranya melalui penerapan regulasi yang mengacu peraturan FIM (Federation Internationale de Motocyclisme-red)," kata Ketua Pelaksanaan Mandalika Racing Series 2026 Arif Syahbani di Mandalika, Sabtu.
Arif melanjutkan, beberapa aturan baru yang diterapkan pada putaran kedua untuk meningkatkan kualitas balapan di antaranya bagi pembalap yang melakukan jump start akan dikenai hukuman dua kali long lap penalty.
Baca juga: 106 pembalap adu kecepatan di ajang Mandalika Racing Series 2026
Baca juga: Fahmi Basam menangi balapan kedua kelas National Sport 150cc MRS 2026
Kemudian jika seorang peserta tidak mendapat catatan waktu saat kualifikasi karena masalah teknis pada motor balapnya, peserta tersebut masih diizinkan ikut balapan dengan start dari pit exit setelah memberitahukan kepada Race Direction.
"Perubahan regulasi sesuai standar FIM dilaksanakan secara bertahap," ujar Arif.
Dia mengatakan dengan adanya regulasi standar FIM ini diharapkan pada saat mereka mengikuti kejuaraan level internasional sudah bisa beradaptasi.
"Selain pemahaman regulasi balapan, tentunya kami berharap Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series akan terus melahirkan regenerasi pembalap yang berprestasi hingga tingkat dunia terutama dari kelas Junior,” tutur dia.
Selain regulasi balapan, MGPA, PRIDE Motorsport dan IMI terus menggaungkan pentingnya mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial ke dalam dunia olahraga bermotor.
Sementara itu, Manager Corporate Brand PT Pertamina Alih Istik Wahyuni mengatakan Pertamina kembali memberikan dukungan terhadap perkembangan dunia motorsport nasional dalam rangka meningkatkan potensi dan prestasi para pembalap Indonesia melalui ajang Mandalika Racing Series.
"Ini komitmen Pertamina sebagai motor penggerak pembangunan nasional melalui penyediaan energi berkualitas, percepatan transisi energi, dan pengembangan energi berkelanjutan untuk mendukung ekonomi nasional," kata Alih.
Dia menambahkan, setiap ajang diharapkan dapat membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dan diharapkan para pembalap bisa memberikan yang terbaik, sehingga bisa tampil ke jenjang di tingkat Internasional.
"Event ini telah memberikan dampak nyata dalam pembinaan pembalap muda Indonesia, dengan melahirkan pembalap bisa tampil ditingkat Internasional," ujar Alih.
Baca juga: Mandalika Racing Series 2026 hadirkan dua kelas baru
Baca juga: Mandalika Racing Series perkuat pembinaan pembalap Indonesia
"Kami di MGPA bekerja sama dengan PRIDE Motorsport dan IMI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series di antaranya melalui penerapan regulasi yang mengacu peraturan FIM (Federation Internationale de Motocyclisme-red)," kata Ketua Pelaksanaan Mandalika Racing Series 2026 Arif Syahbani di Mandalika, Sabtu.
Arif melanjutkan, beberapa aturan baru yang diterapkan pada putaran kedua untuk meningkatkan kualitas balapan di antaranya bagi pembalap yang melakukan jump start akan dikenai hukuman dua kali long lap penalty.
Baca juga: 106 pembalap adu kecepatan di ajang Mandalika Racing Series 2026
Baca juga: Fahmi Basam menangi balapan kedua kelas National Sport 150cc MRS 2026
Kemudian jika seorang peserta tidak mendapat catatan waktu saat kualifikasi karena masalah teknis pada motor balapnya, peserta tersebut masih diizinkan ikut balapan dengan start dari pit exit setelah memberitahukan kepada Race Direction.
"Perubahan regulasi sesuai standar FIM dilaksanakan secara bertahap," ujar Arif.
Dia mengatakan dengan adanya regulasi standar FIM ini diharapkan pada saat mereka mengikuti kejuaraan level internasional sudah bisa beradaptasi.
"Selain pemahaman regulasi balapan, tentunya kami berharap Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series akan terus melahirkan regenerasi pembalap yang berprestasi hingga tingkat dunia terutama dari kelas Junior,” tutur dia.
Selain regulasi balapan, MGPA, PRIDE Motorsport dan IMI terus menggaungkan pentingnya mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial ke dalam dunia olahraga bermotor.
Sementara itu, Manager Corporate Brand PT Pertamina Alih Istik Wahyuni mengatakan Pertamina kembali memberikan dukungan terhadap perkembangan dunia motorsport nasional dalam rangka meningkatkan potensi dan prestasi para pembalap Indonesia melalui ajang Mandalika Racing Series.
"Ini komitmen Pertamina sebagai motor penggerak pembangunan nasional melalui penyediaan energi berkualitas, percepatan transisi energi, dan pengembangan energi berkelanjutan untuk mendukung ekonomi nasional," kata Alih.
Dia menambahkan, setiap ajang diharapkan dapat membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dan diharapkan para pembalap bisa memberikan yang terbaik, sehingga bisa tampil ke jenjang di tingkat Internasional.
"Event ini telah memberikan dampak nyata dalam pembinaan pembalap muda Indonesia, dengan melahirkan pembalap bisa tampil ditingkat Internasional," ujar Alih.
Baca juga: Mandalika Racing Series 2026 hadirkan dua kelas baru
Baca juga: Mandalika Racing Series perkuat pembinaan pembalap Indonesia





