Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian ESDM menggelontorkan anggaran Rp10,3 triliun untuk pengadaan listrik di desa-desa yang masih belum terpasang listrik.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan masih ada 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik hingga saat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan baru dirasakan oleh sejumlah wilayah.
"Ide program pemerataan ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Bapak Presiden. Saya sampaikan bahwa masih ada ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik,” kata Bahlil dikutip Sabtu (20/6/2026).
Sementara itu, menurut data Kementerian ESDM pada 2025, total pembangunan listrik yang sudah direalisasikan sebanyak 1.361 desa dan dusun. Jumlah ini memakan anggaran hingga Rp3,6 triliun.
Bahlil menjelaskan pada tahun ini pemerintah menambah alokasi anggaran untuk pembangunan listrik sebesar Rp10,3 triliun.
Meskipun memang secara bisnis, pembangunan jaringan listrik ke wilayah terpencil kurang menguntungkan.
“Hanya untuk melayani sekitar 44 kepala keluarga, investasinya bisa mendekati Rp700 juta. Secara bisnis tentu tidak ekonomis. Tetapi pemerintah tidak boleh hanya berhitung untung rugi. Tugas negara adalah melayani rakyat,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, dia menambahkan ada dua skema utama yang digunakan untuk program Listrik Desa. Di antaranya membangun infrastruktur jaringan listrik dan memasang listrik gratis lewat program BPBL.
“Ini untuk menyelesaikan program 2025, jadi sekarang tinggal peresmian-peresmian saja. Sementara untuk 2026, kita sedang inventarisasi lagi semuanya untuk bisa kita eksekusi sampai 2027,” ujar Bahlil. (saa/cmi)




