JEDDAH, KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Maria Ulfa Assegaf mengungkapkan bahwa jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang pulang ke tanah air sudah lebih tertib.
Pernyataan tersebut dikemukakan setelah Maria meninjau pelayanan kepulangan jemaah di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah pada Kamis (18/6/2026) sore.
Maria berinteraksi dengan sejumlah petugas haji daerah kerja (Daker Bandara) dan turut serta membantu jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air.
"Sudah banyak yang patuh terhadap aturan termasuk mengenai aturan barang bawaan dan air zamzam," ungkap Maria.
Baca juga: Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Sumenep 2026, Pemkab Siapkan 39 Bus dan Ambulans
Namun, masih dijumpai jemaah yang menitipkan paspor kepada keluarga mereka. Maria mengingatkan kembali agar jemaah membawa sendiri paspor mereka dan meletakkannya di lokasi yang mudah dijangkau.
"Jangan dititipkan ke saudaranya atau ke keluarga, kalau mereka masuk lebih dahulu itu akan menjadi kendala" katanya.
Meski demikian, secara keseluruhan, temuan pelanggaran menurun dan tingkat kepatuhan jemaah semakin meningkat.
Pythag Kurniati/MCH 2026 Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaf di Bandara Madinah.
Kemenhaj pun menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia.
Fase operasional penyelenggaraan ibadah haji masuk dalam fase pemulangan gelombang kedua melalui Bandara Madinah, Arab Saudi.
Fase pemulangan gelombang kedua dilakukan mulai 16-30 Juni 2026.
Data resmi dasbor haji hingga Jumat (19/6/2026) menunjukkan sudah ada 63,19 persen dari total jemaah haji yang kembali ke Tanah Air.
Jumlah jemaah haji yang telah kembali adalah 129.116 orang dengan jumlah kloter sebanyak 333 kloter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang