JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, mengajak publik untuk melihat substansi tuntutan mahasiswa ketimbang terjebak pada identitas kelompok yang menyuarakannya.
Menurut Mesa, yang terpenting adalah apakah tuntutan dan kegelisahan yang disampaikan mahasiswa relevan dengan persoalan yang dirasakan masyarakat.
Mesa menilai publik perlu menilai apakah suara yang disampaikan mahasiswa benar-benar mewakili keresahan yang dirasakan masyarakat.
Menurut Mesa, dinamika di media sosial sering kali membuat masyarakat lebih fokus pada identitas kelompok dibanding isi tuntutan yang diperjuangkan.
Menanggapi hal itu, pegiat media sosial Ade Armando mengingatkan bahwa tidak ada suara tunggal dalam gerakan mahasiswa maupun dalam demokrasi.
Ade menilai publik perlu memahami bahwa perbedaan pandangan di kalangan mahasiswa merupakan hal yang wajar.
Menurut Ade, demokrasi justru memberi ruang bagi berbagai pandangan untuk hidup berdampingan, termasuk pandangan yang berbeda terhadap kebijakan pemerintah.
Ade juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara selama disampaikan dalam koridor demokrasi. Namun ia mengingatkan agar narasi yang berkembang tidak mengarah pada ajakan revolusi.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc
#mahasiswa #ugm #ricuh
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- UGM
- MAHASISWA
- ADE ARMANDO
- ROSI





