HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langkah cepat, pukulan tajam, dan dominasi total terjadi di Macau Open 2026. Ganda muda Indonesia kembali mengamankan tiket final BWF World Tour. Malaysia harus pulang lebih cepat setelah duel tak berimbang. Kini, gelar keempat tinggal selangkah lagi untuk diraih.
Pasangan muda Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi kembali mencuri perhatian di Macau Open 2026. Mereka memastikan tiket final setelah memulangkan wakil Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, di Macau East Asian Dome, Sabtu (20/6/2026).
Kemenangan hari ini sekaligus memperpanjang tren positif sektor ganda putra Indonesia yang kembali menembus final turnamen BWF World Tour untuk keempat kalinya secara beruntun. Harapan kini sepenuhnya berada di pundak Faathir/Artha untuk menuntaskan dominasi tersebut.
Sejak awal laga, pertandingan berlangsung ketat karena kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya di ajang resmi. Namun tekanan perlahan berubah menjadi kendali bagi wakil Indonesia.
Faathir/Artha sempat tertinggal cukup jauh di awal gim. Skor 3-7 berhasil mereka kejar hingga menyamakan kedudukan 7-7, sebelum akhirnya momentum berbalik sepenuhnya.
Setelah skor imbang 9-9, pasangan asuhan Chafidz Yusuf mulai menemukan ritme terbaik. Serangan agresif dan permainan rapat membuat lawan terus tertekan tanpa banyak ruang berkembang.
Dominasi tersebut berbuah kemenangan meyakinkan hanya dalam 32 menit. Gim pertama dan kedua ditutup dengan skor identik 21-12, 21-12 untuk Indonesia.
Hasil ini mengantarkan Ali Faathir Rayhan / Devin Artha Wahyudi ke final BWF World Tour Super 300 untuk pertama kalinya sejak duet ini dibentuk dari tim pelatnas pratama pada pertengahan tahun lalu.
Catatan menarik lainnya, sektor ganda putra Indonesia terus bergantian menembus final dalam empat turnamen terakhir. Dimulai dari Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto di Singapore Open, dilanjutkan Raymond Indra / Nikolaus Joaquin di Indonesia Open, lalu Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani di Australian Open.
Namun, tren positif itu belum sepenuhnya berbuah manis. Tiga final sebelumnya belum berhasil menghasilkan gelar, membuat tekanan di final semakin besar.
Di musim ini, sektor ganda putra Indonesia tercatat baru meraih dua kemenangan dari tujuh final yang dijalani, termasuk satu laga sesama wakil Indonesia.
Di sisi lain, Faathir/Devin punya catatan sempurna di laga final. Dari tiga laga final yang dijalani tahun lalu, semuanya dimenangkan pasangan peringkat 36 dunia ini.
Kini, Faathir/Devin menunggu pemenang antara Jin Yong/Lee Jongmin (Korea Selatan) dan Chia Weijie/Teo Ee Yi (Malaysia) untuk perebutan gelar Macau Open 2026. (*)





