Golongan Darah O, “Si Paling Sering Digigit Nyamuk”

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Bagi pemilik golongan darah O, apakah Anda merasa lebih mudah digigit nyamuk ketika berada di taman atau sekadar duduk di halaman belakang rumah? Anehnya, saat Anda sibuk menggaruk bekas gigitan nyamuk itu, orang lain yang juga berada di tempat yang sama justru nampak biasa saja seolah tidak tersentuh oleh nyamuk.

Hal tersebut ternyata bukan tanpa alasan ilmiah. Anggapan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O pun bukan mitos. Penelitian yang dilakukan di Jepang pada 2004 mengungkapkan bahwa nyamuk ditemukan lebih sering mengisap darah dari orang bergolongan darah O.

Hasil penelitian tersebut disampaikan oleh Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Upik Kesumawati dalam siaran pers yang diunggah di laman resmi IPB University pada Kamis (18/6/2026). Meski begitu, itu tidak berarti orang dengan golongan darah selain O bebas dari gigitan nyamuk.

Baca JugaPemberantasan Sarang Nyamuk Serentak Semakin Gencar
Baca JugaNyamuk Memilih Menggigit Manusia karena Bau Keringat

“Orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan orang yang bergolongan darah A. Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk,” katanya.

Namun, ia menegaskan, semua orang tetap berpotensi digigit nyamuk. Hanya saja, nyamuk memang cenderung lebih menyukai orang dengan golongan darah O.

Upik juga menjelaskan bahwa darah bukan makanan utama dari nyamuk. Darah hanya dibutuhkan oleh nyamuk betina untuk proses reproduksi dan pematangan telur. Nyamuk betina membutuhkan darah untuk memperoleh nutrisi penting, terutama protein yang krusial dalam perkembangan telur.

Karena itu, tidak semua nyamuk mengisap darah. Nyamuk jantan memeroleh energi dari cairan tanaman dan nektar bunga. “Darah yang diisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama,” katanya.

Dalam tulisan lain yang diunggah di laman Chinese Center for Disease Control and Prevention (China CDC), sebenarnya ada dua hal utama yang membuat seseorang menjadi “sasaran empuk” dari nyamuk, yakni karbon dioksida dan panas tubuh. Nyamuk sangat peka terhadap karbon dioksida hasil pernapasan dan keringan yang dikeluarkan oleh tubuh manusia.

Itu sebabnya, orang-orang yang menghasilkan lebih banyak karbon dioksida saat bernapas cenderung lebih sering digigit nyamuk. Kelompok individu ini antara lain orang dengan kapasitas paru-paru yang besar, orang dengan berat badan berlebih, ibu hamil, serta anak-anak dengan metabolisme yang tinggi.

Baca JugaTarget Incaran Gigitan Nyamuk
Baca JugaAkibat Degradasi Hutan, Nyamuk Lebih Suka Isap Darah Manusia

Selain itu, orang-orang dengan kelenjar keringat yang sangat aktif dan suhu tubuh yang cenderung tinggi juga lebih mudah digigit nyamuk. Pada kelompok individu ini biasanya lebih mudah berkeringat dan mengeluarkan asam laktat atau senyawa yang dapat dikenali oleh nyamuk.

Hal itu disampaikan pula dalam artikel yang terbit pada 22 Juni 2019 di Live Science. Nyamuk memilih target yang akan digigit dengan mendeteksi karbon dioksida. Karbon dioksida yang dihembuskan oleh tubuh tidak langsung bercampur dengan udara. Karbon dioksida tersebut untuk sementara waktu berbentuk seperti gumpalan yang dapat menjadi petunjuk bagi nyamuk untuk mencari inang manusia.

“Nyamuk mulai mengarahkan diri mereka ke gelombang karbon dioksida tersebut dan terus terbang ke arah dengan konsentrasi (karbon dioksida) yang lebih di tinggi daripada yang biasanya terdapat di udara sekitar," kata Joop van Loon, ahli entomologi dari Wageningen University, Belanda.

Warna gelap

Pada hasil studi lain yang terbit di jurnal Decoding Infection and Transmission Volume 3 Tahun 2025, faktor lain yang juga memengaruhi daya tarik nyamuk yakni warna gelap. Dalam studi itu disebutkan warna gelap terutama lebih menarik bagi nyamuk jenis Aedes.

Secara spesifik dituliskan, nyamuk Aedes albopictus dan Culex pipiens pallens lebih tertarik pada warna hitam, merah, biru, dan ungu, serta kurang tertarik pada warna terang seperti kuning dan putih. Namun, jika kondisi malam yang terang, nyamuk Culex pipiens pallens lebih suka target dengan warna hitam dan bergaris, sementara Anopheles lebih suka warna hitam.

Baca JugaNyamuk Mendeteksi Insektisida Melalui Kakinya
Baca JugaAedes, Si Belang yang Tak Kunjung Menghilang

Berdasarkan temuan itu, peneliti menyarankan agar memilih pakaian berwarna terang dan menghindari pola dengan kontrak tinggi untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Sebaiknya, hindari pula menggunakan pakaian gelap di malam hari, terutama saat berada di tempat yang cenderung terdapat nyamuk.

Langkah pencegahan juga perlu diperhatikan pada seseorang dengan warna kulit hitam ataupun cokelat. Nyamuk lebih mudah tertarik pada orang dengan kulit berwarna gelap dibandingkan dengan kulit putih atau kuning.

Hal itu semakin diperkuat dari hasil studi lain yang dilakukan peneliti dari Georgia Tech dan Massachusetts Institute of Technology. Studi yang diterbitkan di Science Advances pada Maret 2026 itu salah satunya menyebutkan bahwa warna hitam dan karbon dioksida menjadi kombinasi yang paling kuat untuk menarik nyamuk.

Orang yang mengenakan warna gelap dan menghasilkan karbon dioksida yang cukup tinggi akan mudah membuat nyamuk mengerumuninya dalam waktu yang lama dan mencoba menghisap darah dari orang tersebut.

“Penelitian-penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa isyarat visual dan karbon dioksida bisa menarik nyamuk. Tapi kami belum tahu bagaimana nyamuk menggabungkan kedua isyarat itu untuk menentukan ke arah mana mereka harus terbang," ujar Cristopher Zuo, peneliti di Georgia Tech yang melakukan penelitian tersebut.

Baca JugaYang Berubah dari Aedes aegypti
Baca JugaPerubahan Iklim Bawa Tantangan Baru Pengendalian Malaria

Karena itu, pilihlah warna pakaian yang terang untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Selain itu, gunakan lotion atau semprotan antinyamuk. Aroma tertentu seperti lavender dan eukaliptus bisa dipilih karena tidak terlalu disukai nyamuk.

Pastikan pula tempat tinggal terlindungi dari nyamuk. Pasang kasa di pintu dan jendela agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah. Bersihan rumah secara rutin dan pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Perlindungan yang lebih harus diberikan pada kelompok rentan, seperti ibu hamil dan anak-anak. Selain itu, perlindungan juga harus diperkuat bagi pemilik golongan darah O yang juga cenderung lebih disukai nyamuk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persipura Siap Borong Pemain Super League Berdarah Papua dan Berlabel Timnas, Termasuk Sayuri Bersaudara
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Dua Jasad Pria Ditemukan di Saluran Air Bekasi, Polisi Tangkap Empat Orang
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Kilas Sejarah Munas NU: Forum Ulama yang Selalu Lahirkan Keputusan Krusial
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Pengacara Roy Suryo & Pengacara Jokowi Bahas soal Penangkapan Roy-Tifa Ada Desakan Dari Pihak Lain?
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kalahkan Australia 2-0, Pochettino Puas dengan Penampilan AS
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.