Trump Pamer Pesawat Kepresidenan Air Force One Baru Senilai Rp7 Triliun

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Maryland: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan Boeing 747-8 baru yang akan digunakan sebagai pesawat kepresidenan Air Force One setelah pesawat tersebut selesai dimodifikasi oleh militer AS.

Pesawat mewah yang diperkirakan bernilai sekitar USD400 juta atau berkisar Rp7,12 triliun itu sebelumnya diberikan oleh pemerintah Qatar kepada Amerika Serikat sebagai hadiah tanpa syarat pada 2025.

Dalam pidatonya di Joint Base Andrews di Maryland pada Jumat kemarin, Trump menyebut pesawat tersebut telah diubah menjadi "Gedung Putih terbang" dengan tingkat kemewahan yang belum pernah ada sebelumnya.

“Pesawat ini diubah menjadi Gedung Putih terbang dengan tingkat kemewahan yang belum pernah dilihat sebelumnya,” kata Trump, dikutip dari BBC, Sabtu, 20 Juni 2026.

Angkatan Udara AS menyatakan pesawat tersebut akan menjalani serangkaian penerbangan pengujian atau commissioning flights sebelum resmi digunakan untuk mengangkut presiden.

Tahap tersebut merupakan evaluasi akhir untuk memastikan seluruh modifikasi dan sistem pesawat berfungsi sesuai standar operasional kepresidenan.

Menurut Angkatan Udara AS, modifikasi yang dilakukan mencakup peningkatan sistem keamanan, komunikasi misi, dukungan logistik, serta teknologi canggih lainnya.

Militer AS juga menyatakan bahwa seluruh potensi ancaman yang mungkin berasal dari penggunaan pesawat sebelumnya telah dinetralisasi.

Meski mengalami sejumlah peningkatan teknis, bagian interior pesawat hanya mengalami perubahan terbatas. Sementara bagian luar pesawat mendapatkan skema warna baru berupa kombinasi merah, putih, biru, dan emas.

Pada Mei 2025, keluarga kerajaan Qatar menyerahkan Boeing 747-8 tersebut kepada Departemen Pertahanan AS untuk digunakan sebagai bagian dari armada Air Force One, yaitu kelompok pesawat yang melayani transportasi presiden Amerika Serikat. Solusi Sementara Keputusan menerima pesawat tersebut sempat memicu kritik dari kalangan Partai Republik maupun Partai Demokrat.

Para pengkritik menilai penerimaan hadiah bernilai sangat tinggi dari pemerintah asing berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan memunculkan pertanyaan hukum terkait konstitusi Amerika Serikat.

Meski demikian, Gedung Putih menegaskan penerimaan pesawat tersebut sah secara hukum dan menyatakan bahwa pesawat itu nantinya akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenan Trump setelah masa jabatannya berakhir.

Dalam pidatonya, Trump juga memuji kualitas pengerjaan pesawat tersebut.

“Kualitas pengerjaan pesawat ini luar biasa. Saat melihatnya, Anda tidak akan percaya. Kualitas kayunya, materialnya, hingga mesinnya adalah yang terbaik di dunia,” ujarnya.

Sebelum kehadiran pesawat baru ini, armada Air Force One mengandalkan dua pesawat Boeing 747-200B yang telah digunakan sejak 1990.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengindikasikan bahwa salah satu pesawat lama tersebut kini telah dipensiunkan dari layanan aktif.

Pesawat Boeing 747-8 dari Qatar akan digunakan sebagai solusi sementara hingga Boeing menyelesaikan pengiriman dua pesawat VC-25B generasi baru yang selama ini mengalami keterlambatan produksi dan diproyeksikan menjadi Air Force One utama dalam jangka panjang.

Baca juga:  Trump Terima Hadiah Pesawat Boeing 747 dari Qatar sebagai Air Force One


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelimpahan Berkas Tahap II Roy Suryo dan Dokter Tifa Pekan Depan
• 10 jam laludisway.id
thumb
Panas! Ray Rangkuti vs Kubu Jokowi Debat Panas Soal Penahanan Roy Suryo dan Tifa
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse di DPR RI
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Suharyanto: BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa Sigi
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PLN UP3 Parepare Gandeng UMKM Lokal Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.