jpnn.com, JAKARTA - Partai Golkar menyoroti posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) yang hingga kini dinilai belum menunjukkan sikap tegas terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan pihaknya menghormati pilihan politik PDIP yang disebut menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan.
BACA JUGA: Ganjar Klaim Sikap PDIP Sudah Jelas, Tidak Ada Istilah Abu-Abu
"Kalau membaca komentar beberapa tokoh PDIP, mereka berposisi sebagai penyeimbang. Kami menghormati posisi PDIP sebagai penyeimbang tersebut," kata Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/6).
Meski begitu, Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu menilai efektivitas peran penyeimbang masih perlu dibuktikan dalam praktik politik.
BACA JUGA: Said PDIP Bilang Sikap Partainya Tak Abu-Abu, Ingin Prabowo Berkhidmat Hingga 2029
Menurut dia, masyarakat nantinya yang akan menilai sejauh mana fungsi tersebut benar-benar dijalankan.
"Yang jelas sampai sekarang PDIP tidak masuk di pemerintahan. Kalau praktik penyeimbang itu soal lain. Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai," ujarnya.
BACA JUGA: Silakan Disimak Kalimat Jazilul PKB soal Posisi Politik PDIP
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid juga meminta PDIP bersikap tegas terkait posisinya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Pernyataan itu disampaikan Jazilul menyusul munculnya dugaan keterlibatan kader PDIP dalam aksi mahasiswa, setelah Andi Widjajanto terlihat berada di tengah massa demonstrasi.
"Saya harap mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).
Dia menegaskan seluruh partai pendukung pemerintah saat ini sedang berupaya menyukseskan berbagai program yang telah disiapkan Presiden Prabowo.
Karena itu, menurut Jazilul, ketidakjelasan sikap politik PDIP berpotensi menimbulkan kesan yang dapat mengganggu soliditas dalam menjalankan program pemerintahan.
"Jangan abu-abu sikapnya. Yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat pihak lain. Tetapi kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program," tuturnya.
Jazilul juga mengaku belum memahami secara jelas makna posisi PDIP sebagai partai penyeimbang.
"Menyeimbangkan seperti apa, itu saya tidak paham. Yang penting memastikan posisinya saja supaya kita bisa bergerak secara baik," pungkasnya.(kkp/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra




