Semeru Aktif Erupsi, Penambangan di Sekitar Gunung Dilarang

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO,KOMPAS - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, masih aktif dan berfluktuatif. Hingga saat ini, masyarakat masih dilarang beraktivitas di sektor tenggara di sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Gunung itu terus erupsi dalam beberapa hari terakhir.

Pengamat Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Mukdas Sofian mengatakan, erupsi disertai awan panas guguran pada Sabtu (20/6/2026) terjadi pukul 03.01 WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati.

”Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm (mili meter) dan durasi kurang lebih 3 menit 50 detik,” ujar Sofian.

Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Baca JugaSemeru Luncurkan Awan Panas Guguran

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, warga diminta agar tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

PVMBG juga merekomendasikan agar masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak GunungSemeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Warga diminta untuk mewaspadai juga potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sofian menambahkan, rata-rata letusan atau erupsi Gunung Semeru saat ini terjadi 2 kali dalam satu jam. Adapun berdasarkan hasil pengamatan pada pukul 06.00 – 12.00 terjadi 12 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 65-125 detik.

Baca JugaSemeru Masih Fluktuatif, Status Tetap Siaga

Erupsi Gunung Semeru terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 22 mm (mili meter) dan berdurasi 129 detik. Tinggi abu vulkanik pada saat terjadi letusan diprediksi mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau 700 meter di atas puncak.

Semburan abu vulkanik tersebut bisa jadi lebih tinggi dari yang bisa dipantau atau bisa dilihat dengan jelas. Abu vulkanik Semeru bergerak ke arah barat laut dan berwarna putih keabu-abuan. Berdasarkan hasil observasi, abu vulkanik tersebut memiliki intensitas tebal.

Hasil pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Adapun kondisi asap kawah tidak teramati dengan jelas. Kondisi cuaca berawan hingga hujan. Angin berembus lemah ke arah barat daya dengan suhu udara sekitar 19 – 26 derajat Celcius.

PVMBG juga mencatat terjadi satu kali gempa guguran dengan amplitudo 4 mm dan lama gempa 77 detik. Selain itu, gunung tertinggi di Jatim ini juga mengalami 3 kali gempa hembusan dengan amplitude 3-5 mm dan lama gempa 33-37 detik serta 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitude 25-32 mm, S-P 16-17 detik dan lama gempa 38-46 detik.

Sementara itu, seorang penambang pasir di Lumajang dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa tumpukan material pasir yang masih panas saat menambang secara manual di bawah Jembatan Gladak Perak.

Pasir panas tersebut merupakan material erupsi Semeru atau sisa letusan awan panas guguran yang terimbun. Aktivitas penambangan secara manual banyak dilakukan warga di sekitar aliran lahar Gunung Semeru pada malam atau dini hari.

Korban bernama Veri Irawan, warga Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang. Saat ini, korban dirawat di RSUD dr Haryoto karena mengalami luka bakar yang serius.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, korban menambang bersama 16 rekannya. Saat beraktivitas, tiba-tiba tebing pasir di dekat lokasi kerja ambrol dan menimpa korban.

Isnugrono mengimbau masyarakat, terutama penambang pasir, untuk tidak beraktivitas pada malam hari karena risiko kecelakaan kerja tinggi. Selain jarak pandang terbatas, aktivitas vulkanik Semeru saat ini sangat fluktuatif dan sulit diprediksi.

Terkait kecelakaan yang menimpa penambang pasir, Mukdas Sofian meminta agar masyarakat mematuhi imbauan PVMBG. Dia mengingatkan endapan bekas APG (awan panas guguran) dari erupsi yang sudah lama disangka sudah dingin.

Padahal, meski material APG yang ada di permukaan sudah dingin, tetapi material yang tertimbun di bawahnya sejauh beberapa meter bisa jadi masih panas.

Sementara itu, secara umum aktivitas vulkanik Gunung Semeru hingga saat ini belum mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Imam Sofian (47), warga Kecamatan Pronojiwo, mengatakan, gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut sering mengalami erupsi.

Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sekitarnya selalu waspada. Warga juga telah menerima pelatihan tanggap bencana sehingga tidak panik saat melihat luncuran awan panas.

“Tadi pagi saat erupsi saya mendapat informasi dari tetangga sekitar. Akan tetapi warga tetap tenang dan bekerja menggarap ladang seperti biasa,” kata Sofian yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan peternak kambing ini.

Sehari sebelumnya, Jumat (19/6/2026), Semeru juga mengalami beberapa kali erupsi. Pada pukul 07.21 WIB misalnya, terjadi erupsi Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 4,5 kilometer.

Baca JugaSemeru Meletus, Embuskan Awan Panas dan Lontarkan Batu Pijar

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PDIP Dijadikan Kambing Hitam, Koalisi Gemuk Cuci Tangan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Usai Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Roy Suryo dan Tifa ke Ruang Rawat Inap di RS Polri
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading: Head to Head, Susunan Pemain
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran Sabu 128 Kg di Banjarmasin, 5 Tersangka Ditangkap
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Polda Sultra Membekuk Dua Pengedar Narkoba Jaringan Antardaerah, Sita Sabu Lebih dari 3,2 Kilogram
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.