IESR Prediksi Pemadaman Listrik di Jawa Masih Berlanjut hingga Tiga Pekan

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa masih berpotensi terjadi dalam satu hingga tiga pekan ke depan.

Kondisi tersebut dipicu belum pulihnya pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Fabby Tumiwa CEO IESR mengatakan, proses pemulihan pasokan energi primer membutuhkan waktu sehingga risiko gangguan pasokan listrik masih belum sepenuhnya berakhir.

“Karena ini ini ya estimasi saya, saya kira pemadaman bergilir ini masih akan terjadi dalam waktu, dua bahkan tiga minggu ke depan. Jadi masih cukup panjang ya sampai kondisi pasokan batubaranya bisa terpenuhi lagi. Itu butuh waktu, sepertinya tidak bisa langsung. Semoga kondisinya bisa teratasi dengan lebih cepat,” kata Fabby kepada suarasurbaya.net, Sabtu (20/6/2026).

Fabby menyarankan sejumlah langkah diambil oleh pemerintah. Pertama Prabowo Subianto Presiden perlu mengevaluasi kinerja dari Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kemudian Perusahaan Listrik Negara (PLN) perlu didorong untuk bisa menjaga kehandalannya menjaga sistem kelistrikan di seluruh Indonesia. Mulai dari pembangkit, transmisi distribusi.

“Selanjutnya, saya kira harusnya pemerintah bersama dengan PLN itu mengajak masyarakat untuk melakukan hemat energi. Ya, defisitnya saya kira cukup besar kekurangan daya listriknya. Apabila masyarakat itu diajak untuk berhemat energi, saya kira frekuensi dari pemadaman bergilir tadi bisa dikurangi,” katanya.

Sebelumnya, Darmawan Prasodjo Direktur Utama PT PLN (Persero) mengatakan, pasokan medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kalori menengah saat ini mulai mengalir ke sejumlah PLTU di Pulau Jawa, baik milik PLN maupun mitra Independent Power Producer (IPP).

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan sistem kelistrikan Pulau Jawa, setelah terjadi pemadaman listrik bergilir dalam dua pekan terakhir akibat berkurangnya pasokan batu bara dan kendala teknis di dua pembangkit besar milik mitra.

“Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah, mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa,” tutur Darmawan dalam Konferensi Pers Update Sistem Ketenagalistrikan di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

“Baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer (IPP),” ucapnya.

Darmawan menjelaskan, PLN juga telah mempercepat penandatanganan kontrak dengan pemasok batu bara yang telah mendapat penugasan dari pemerintah. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM.

Menurutnya, alokasi medium rank coal dan arahan pemerintah penting untuk memastikan penyediaan tenaga listrik kembali berjalan lancar.

Untuk wilayah Jawa bagian barat, pasokan batu bara diarahkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuhan, PLTU Suralaya 1 sampai 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara di Jawa bagian timur, pasokan diarahkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar Awar. (lea/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sarwendah Siap-siap, Ruben Onsu Kasih Sinyal Bakal Gugat Hak Asuh Anak Minggu Depan
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Hingga 12 Juli, Ada 197 Ponsel Dapat Diskon di PRJ 2026: Flagship Hanya 3 Jutaan
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menteri Jumhur Minta Pembeli Sawit dan Pulp Ikut Tanggung Jawab Cegah Karhutla 
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Geger Temuan Dua Jasad Pria dalam Selokan di Bekasi
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Menpora Sebut Presiden Prabowo Dukung Penuh Naturalisasi Pemain Timnas
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.