IHSG Akhiri Tekanan Masif, Sinyal Pemulihan Bursa Mulai Terlihat

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar modal Indonesia mulai memperlihatkan sinyal pemulihan setelah didera gelombang aksi jual atau sell-off paling masif dalam 18 tahun terakhir sejak krisis keuangan global yang terjadi pada 2008.

Analis PT Indo Premier Sekuritas Axel Azriel mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit 16,4% dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat rontok hingga 38,2% sepanjang tahun berjalan.

Kejatuhan indeks sebelum fase pemulihan ini telah melampaui kedalaman koreksi saat pandemi Covid-19 yang tercatat sebesar 37%, sekaligus menjadi salah satu tekanan pasar terdalam dalam hampir dua dekade.

“Aksi jual tahun ini merupakan badai sempurna bagi IHSG yang disebabkan oleh peringatan MSCI terkait risiko penurunan kasta ke frontier market pada Januari 2026, serta keputusan Fitch dan Moody's memangkas prospek utang negara menjadi negatif,” ungkap Axel dalam risetnya dikutip Sabtu (20/6/2026). 

Selain itu, dia menambahkan tekanan dipicu lonjakan harga minyak Brent ke US$118 per barel serta kekhawatiran regulasi tata niaga ekspor satu pintu (DSI) dan penerapan skema gross split bagi emiten pertambangan.

Sentimen negatif tersebut memicu penarikan dana asing (outflow) masif hingga Rp64,6 triliun sepanjang 5 bulan pertama tahun 2026, dengan sektor perbankan menjadi target pelepasan utama senilai Rp52 triliun.

Baca Juga

  • Prospek Arah Normalisasi IHSG di Siklus 8 usai Hasil Review MSCI
  • IHSG Menguat 2,82% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.788 Triliun
  • Pertaruhan Status Emerging Market & Nasib IHSG Jelang Putusan MSCI 24 Juni

Kini, bursa mendapatkan napas buatan setelah Kementerian ESDM memberi kejelasan regulasi royalti tambang, ditambah melandainya harga minyak Brent ke US$79 per barel dan langkah agresif Bank Indonesia mengerek suku bunga.

Meski demikian, Indo Premier Sekuritas mengingatkan bahwa momentum kebangkitan jangka pendek ini belum menjadi obat mujarab karena pengelolaan anggaran nasional saat ini menghadapi tantangan yang sangat ketat.

“Ini sebuah napas buatan, tetapi bukan obat mujarab. Kami menilai target defisit fiskal saat ini yang sebesar 2,7% sama sekali tidak menyisakan ruang bagi adanya kesalahan,” ucap Axel.

Di luar penantian keputusan aksesibilitas bursa oleh MSCI pada akhir Juni, reformasi struktural pada program-program utama pemerintah dan disiplin fiskal dinilai menjadi hal mutlak demi mengembalikan kepercayaan investor.

Arah pemulihan jangka panjang bursa domestik diharapkan masih dapat ditopang oleh fundamental emiten yang kuat, dengan pertumbuhan laba bersih IHSG diproyeksikan tetap mampu tumbuh sekitar 8%—10% pada tahun ini.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pinjaman Daring Dukung Pendanaan Usaha Mikro ke Masyarakat
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
50 Tokoh Penting Pasang Badan untuk Roy Suryo, Refly Harun: Klien Kami Miliki Kredibilitas!
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Investor Kripto Indonesia Tembus 21,7 Juta Orang
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Diterpa Konflik dengan Ruben Onsu hingga Banjir Hujatan, Begini Kondisi Terkini Sarwendah
• 22 jam lalugrid.id
thumb
50 Tokoh Pasang Badan Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo
• 18 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.